Penuhi Nazar, Wisudawan ini Pulang Rumah Jalan Kaki 10 Jam

Indra Nodu saat berjalan menuju rumah usai wisuda

RadarGorontalo.com – Sabtu 4 Agustus 2018 adalah momen spesial bagi Indra A Nodu. Pria Kelahiran 8 Juli 1993 ini resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen, setelah kurang lebih 6 tahun menjalani studi di Universitas Gorontalo. Ada hal tak biasa yang dilakukan anak sulung dari tiga bersaudara ini. Usai diwisuda ia pulang ke rumahnya di Desa Posso Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 60 kilometer. Ini merupakan nazarnya karena telah berhasil menyelesaikan studi S1. “Saya telah bernazar sejak masuk penyelesaian studi (ujian skripsi), jika nanti saya diwisuda, maka saya akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki,” imbuh Indra. Awalnya banyak pihak termasuk teman-temannya tak percaya Indra akan mewujudkan janjinya tersebut. Tapi dengan penuh komitmen, nazarnya tersebut dia penuhi. Bahkan, Nazar Indra ini disambut antusias pihak kampus, dalam hal ini Yayasan Pendidikan Duluwo Limo lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo dan rektorat UG.

Ini terbukti, pimpinan yayasan maupun rektorat melepas secara langsung perjalanannya dari kampus. Selama perjalanan, Indra dikawal beberapa¬† mahasiswa dari pengurus BEM dan HMI Cabang Limboto. Bahkan paman tercinta pun ikut mengawal perjalanannya, termasuk juga dari unsur TNI saat dirinya memasuki wilayah Gorut. Sepanjang perjalanan, cukup banyak cerita yang menyertainya. Diawal perjalanannya saat masih di jalanan Kota Limboto, telapak kaki Indra sempat melepuh, akibat tak kuat menahan panasnya jalan beraspal yang dilewati. Sandalnya pun harus berganti hingga tiga kali. Namun dalam kondisi telapak kaki melepuh itu, justu semakin memantik semangatnya untuk melanjutkan perjalanan. “Memang saya sempat berpikir untuk membatalkan sisa perjalanan, karena kondisi telapak kaki saya merasa nyeri.

Namun karena sejak awal saya sudah berniat diri dan ingin membuktikan bahwa diri saya mampu, maka perjalanan tetap saya lanjutkan,” tuturnya. Sepanjang perjalanannya lulusan Fakultas Ekonomi UG angkatan XIX ini menghabiskan sebanyak 20 gelas air mineral dalam kemasan, sepotong kue dan pisang. Dia sempat 4 kali berhenti untuk beristirahat sejenak, yakni di tugu sentral Isimu, Desa Buhu Kecamatan Tibawa, Pontolo Indah (perbatasan Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorut) dan SLB Gorut di Desa Alata Karya Kecamatan Kwandang. Indra yang mengawali perjalanannya dari kampus UG sekitar pukul 13.30 wita, tiba di rumah orang tuanya di Desa Posso sekitar pukul 22.00 wita. Kurang lebih 10 jam waktu yang ditempuh Indra. Kepada RADAR Gorontalo Indra mengaku saat tiba di rumah orang tuanya, dia dalam kondisi lemah dan capek. Dia disambut dengan siraman air oleh sanak keluarga, mulai dari opa, oma, ayah dan ibunya serta sanak keluarga yang lain, bahkan setelah itu digelar doa syukuran. “Setelah melewati perjalanan ini saya merasa puas, karena saya mampu menyelesaikannya dan nazar saya terpenuhi,” imbuhnya. (RG-56)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.