Pengurus Lama RS Islam kembali Berulah

RadarGorontalo.com – Baru sehari selesai dibahas dalam forum, konflik internal dilingkup Rumah Sakit (RS) Islam, kembali alot. Pasalnya, seperti informasi yang beredar, pengurus yayasan terkesan kembali berulah, yakni tetap bertahan dalam posisi mereka. Meski Pemerintah Kota Gorontalo, dan badan pengawas yayasan, telah mengeluarkan kebijakan baru.

Tindakan yang dilakukan yayasan tersebut, membuat Pemerintah Kota Gorontalo, meminta pembina dan pengawas yayasan segera menindak lanjuiti kebijakan yang telah disepakati dalam forum. “Karena menurut saya, jika konflik ini semakin larut, maka titik solusi sulit ditemukan,”terang Walikota Marten A Taha, ketika ditemui Radar Gorontalo Selasa (19/07), usai menghadiri paripurna di DPRD Kota.

Tambah Walikota, demi kemaslahatan masyarakat Kota khususnya mereka sebagai karyawan dan pasien. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, dan Provinsi Gorontalo. Diantaranya, mulai dari menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penanggungjawab sementara. Serta menyodorkan beberapa konsep dan program, yang nantinya akan memeberikan dampak perubahan positif terhadap RS Islam sendiri. “Kami harap, pembina dan pengawas yayasan, agar segera menindak lanjuti kebijakan yang telah dilahirkan dalam forum kemarin. Sehingga, secepatnya akan memberikan perubahan terhadap kondisi RS Islam,”tutur Walikota.

Secara rinci Walikota mejelaskan, ada beberapa kebijakan yang telah diambil Pemerintah Kota bersama dewan pengawas, salah satunya meleburkan sementara pengurus yayasan dan manajemen di RS Islam. Dan menurut Walikota, langkah ini bertujuan untuk menjadikan RS Islam lebih baik, dari yang sebelumnya. “Sebagai Pemerintah Kota, kami tidak ingin RS Islam kembali vakum, hanya karena persoalan intenal,”terang Walikota.

Dan buntut dari persoalan ini yakni diawali dengan hilangnya rasa percaya pihak manajemen terhadap yayasan, yang diduga terkesan mengintervensi tugas dari manajemen. Sehingga, komite medik pun menerbitkan surat dalam bentuk laporan, yang diteruskan ketua yayasan dan tembusannya Pemerintah Kota. “Isi surat itu langsung kami tindak lanjuti, melalui lagkah on the spot di lapangan, dalam hal ini mencek langsung realita kondisi RS Islam. Dan hasilnya, ada beberapa temuan yang didapat tim investigasi Pemerintah Kota, berkaitan dengan isi surat dari komite medik. Salah satunya tambah Walikota, adalah tidak dipenuhinya hak karyawan RS Islam oleh pihak yayasan,”jelas Walikota. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *