Pengemudi Bentor Berbahasa Inggris

ilustrasi (RG)
ilustrasi (RG)

Khusus Wisata, Tetap Tolak Bajai

RadarGorontalo.com – Kendati berulang kali disampaikan, kalau bajai hadir hanya untuk pariwisata saja, namun arus penolakan dari kalangan pengemudi Bentor terus saja terjadi. Menariknya, saat ini sejumlah pengusaha bentor, sepakat meluncurkan prototipe bentor varian baru, khusus melayani wisatawan. Tidak tanggung-tanggung, bukan cuma soal desain, tapi pengemudinya pun wajib menguasai bahasa asing, minimal bahasa inggris.

Bersama rekan-rekan KNPI Kota Gorontalo, Selasa (15/11) tadi malam, Iwan Abdullatif Ketua Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Provinsi Gorontalo, mendatangi redaksi Radar Gorontalo. Kedatangannya, untuk mengklarifikasi tudingan terhadap ketua KNPI Kota Nurhadi Taha yang dianggap memprovokasi aksi ratusan bentor di kantor walikota, sehari sebelumnya. “ini murni dorongan para pengendara bentor. KNPI, kami yang ajak pak. Untuk membawa aspirasi kami,” ungkapnya. “kita tidak melihat jumlah, 5, 10 atau 50 (bajai), yang jelas kami tolak sepenuhnya. Memang belum terasa dampaknya, tapi didepan kami sudah membaca,” imbuhnya.

Kata Iwan, saat ini arus penolakan bajai dari kalangan pengemudi bentor tidak bisa dibendung. Kendati demikian, pihaknya menyerahkan persoalan regulasi kepada pemerintah kota, yang dianggap lebih paham urusan itu. Iwan pun menegaskan, kalau demo kemarin merupakan ungkapan kekhawatiran mereka, dan ini adalah urusan perut, tidak ada kaitannya dengan politik atau semacamnya.

Terkait pernyataan bahwa bajai hanya untuk wisata saja, Iwan mengaku, kalau cuma alasan itu, bentor juga mampu, bahkan sudah dilakukan sejak lama. Tidak sedikit, pengemudi bentor saat ini jadi pemandu wisata, dan mereka menguasai Bahasa Inggris. Mereka mangkal di hotel-hotel tertentu, yang tamunya adalah wisatawan asing maupun domestik. Bahkan saat ini, beberapa pemilik bentor siap memodifikasi bentornya, menjadi lebih menarik dan nyaman untuk wisatawan. “saya sudah hubungi para pembuat bentor. Mereka siapkan bentor wisata, tinggal disiapkan pengemudinya. Saya tahu, banyak teman-teman yang kuasai speak english. Dan mereka sudah terlatih,” ujarnya.

Kata Iwan, sampai sekarang tidak ada komplen dari wisatawan tentang bentor. Bahkan, ada beberapa teman bentor, yang pernah kembalikan uang 20 juta yang ketinggalan. Iwan menceritakan, dulu saat kedatangan menteri koperasi saat itu, menteri bersama asistennya menaiki bentor. Namun saat turun, handphonenya ketinggalan. Setelah dikoordinasi, akhirnya pengendaranya dihubungi dan kemudian balik ke hotel untuk mengembalikan handphone tersebut. “bentor sumber mata pencaharian kami, jangan diganggu. Hargai dan lindungi yang mayoritas,” tegasnya lagi, sembari berharap keluhan mereka bisa didengar para pemangku kepentingan di daerah. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *