Pengawas Berhutang, RSAS Kena Getahnya

Rumah Sakit Aloei Saboe Gorontalo

RadarGorontalo.com – Apa jadinya jika pengawas proyek pembangunan infrastruktur asal luar daerah, meninggalkan hutang jutaan rupiah di daerah usai menyelesaikan proyek miliaran. Mirisnya hal ini terjadi di Kota Gorontalo, dimana pengawas proyek pembangunan fisik bernilai Rp 26 Miliar di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo. Meninggalkan hutang sebesar Rp 13 Juta, di salah satu tempat makan yang ada di kawasan RSAS Kota Gorontalo.

Sebagai penyambung lidah rakyat, Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo Hais K Nusi dengan sigap menidak lanjuti, laporan yang ia terima itu. Bahkan dirinya tak habis pikir, sebab masyarakat yang mengadu tersebut adalah warga kurang mampu. “Saya sangat prihatin mendengar laporan yang mereka sampaikan. Terlebih mereka yang bertempat tinggal di kawasan RSAS Kota Gorontalo. Ini sudah keterlaluan,” tegas Hais.

Kebebasan yang diberikan DPRD Kota Gorontalo, terhadap para kontraktor asal luar daerah bertugas di Kota Gorontalo, sepertinya tak dimanfaatkan dengan baik. Hais menegaskan lagi, pihaknya sudah melakukan mediasi antara warga dengan pihak RSAS Kota Gorontalo, mencari solusi pelunasan hutang pengawas proyek itu. “Saya tidak mau tahu, pokoknya harus selesai perkara ini. Limit waktu hanya satu pekan untuk RSAS Kota Gorontalo menyelesaikan persoalan ini. Dan mereka para pengawas bersangkutan, jika tidak melunasi hutang tersebut, saya akan coret sebagai pengawas proyek di Kota Gorontalo. Apalagi mereka masih terdata sebagai pengawas proyek bernilai Rp 35 Miliar di RSAS Kota Gorontalo,” tutur Hais.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.