Pencuri Lebih Suka Sarang Walet, Pengusaha Siaga Satu

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Harga sarangnya saja per kilo sudah Rp. 18 juta sampai 20 juta. Wajar, jika sarang burung walet memang menggiurkan. Tak cuma di Kelurahan Dulomo, Kota Utara, aksi pencurian sarang walet ternyata mulai marak. Aksi para pencuri itu, dikhawatirkan akan membuat para pemilik gedung walet dilanda kerugian besar, bukan karena sarangnya diambil, tapi karena koloni burung yang enggan kembali lagi.

Sebut saja Darwis Hasan salah seorang pengusaha sarang walet. Dijelaskannya, modal pembangunan gedung tempat sarang burung walet, nilainya bervariasi. Ada yang mencapai 300 juta dan ada juga yang hanya modal 100 juta, tergantung ukuran yang dibuat. “Milik saya hanya berukuran 4 x 10, dengan biaya 90 juta dan ada juga ukuran 4 x 8 dengan biaya 80 juta,” ungkapnya.

Dijelaskan Darwis, untuk bangunan sarang burung walet ini, 2 atau 3 tahun pertama belum bisa langsung di panen sarang burung walet. Sebab, masih akan mengumpulkan koloni ataupun anak burung walet, karena semakin lama semakin banyak koloni dan tentunya burung walet akan nyaman tinggal ditempat itu. Setelah 3 tahun berjalan, barulah di panen setiap bulan atau dua bulan sekali. Untuk harga sarang burung walet ini kata Darwis, bervariasi juga, ada ambilan 18 juta per 1 kilo gram, dan ada juga ambilan 20 juta per 1 kilo gram. “Memang untuk panen perdana harus menunggu 3 tahun, karena masih mengumpulkan koloni burung walet. Jika banyak koloni, maka akan banyak juga yang akan di panen,” terangnya.

Pencuri Tergiur Keuntungan Walet

Sementara itu, pengakuan Polce (43) warga Bitung, satu dari empat kawanan pencuri yang tertangkap di Dulomo Selatan, Minggu (26/11) malam, mengaku, kedatangan dirinya bersama Isal salah seorang rekannya ke Gorontalo, niatnya untuk berobat.

Tapi kemudian, dirinya ketemu Andi warga Biau, yang kemudian menceritakan harga sarang burung walet yang mencapai angka Rp. 18 juta per kilo. Tergiur dengan cerita itu, mereka pun bersiasat untuk melakukan aksi pencurian.

Singkat cerita, dengan menumpang mobil rental, keempat pelaku inipun menyasar gedung walet milik korban Sarifudin Pana. Sial, saat asyik mengumpulkan sarang walet, aksi mereka sudah ketahuan masyarakat sekitar. Polce cs pun langsung dikejar, hingga kemudian lari bersembunyi di lantai 4. Naas, aksi kejar-kejaran itu memakan dua korban. Satu orang warga tewas ditempat, sedangkan satunya lagi patah tangan. Keduanya terjatuh ke lantai tiga, karena tangga yang mereka naiki bergeser.

Hingga Senin, (27/11) kemarin 4 tersangka ini masih dilakukan intoregasi oleh penyidik Pidum Polres Gorontalo Kota, guna mengungkap motif pencurian yang dilakukan mereka. Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP. Tumpal Alexsander, mengatakan saat ini empat tersangka sudah diamankan dan sementara diambil keterangannya. “Untuk barang bukti yang sudah kita amankan, dari empat tersangka ini setengah kilo sarang burung walet,” ketusnya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *