Pemprov Harus Intervensi, Inflasi Bisa Terkerek Naik

DR Amir Archam

RadarGorontalo.com – Pembatalan penerbangan yang dilakukan maskapai yakni Lion Air, Batik Air dan City Link selama bulan November, dikhawatirkan bisa menggerek inflasi.

Disisi lain, alasan low season yang diutarakan bukan karena ekonomi Gorontalo melemah, pasalnya data pertumbuhan ekonomi untuk triwulan satu dan dua di 2018, justru masih baik.

“Dampak ekonominya kita lihat dulu ya, tapi secara teori, akan berpengaruh ke peningkatan harga tiket, karena penawarannya berkurang,” ujar One dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Gorontalo, saat dimintai tanggapannya, Kamis (1/11) tadi malam.

Bahkan, One juga menuturkan, efek dari pembatalan penerbangan tiga maskapai itu, akan mempengaruhi inflasi. Secara, salah satu komponen inflasi adalah tarif angkutan udara.

Apalagi, saat ini ada kenaikan biaya operasional akibat harga bahan bakar (Avtur) yang melejit, pengaruh dari trend peningkatan harga minyak dunia. “kalau dampak ekonomi secara umum, perlu dilihat lebih lanjut mas, khawatirnya mereka membatasi / membatalkan penerbangan memang karena permintaanya/penggunanya berkurang,” timpalnya lagi.

One sendiri membantah, low season penumpang pesawat dikarenakan daya beli turun akibat dari melemahnya ekonomi Gorontalo. Pasalnya, laporan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk triwulan satu dan dua, pertumbuhan ekonomi menunjukkan grafik yang baik.

Belum lagi iven-iven besar, yang dihelar beberapa waktu terakhir, cukup menarik banyak orang mengunjungi Gorontalo. Begitu juga rapat-rapat besar kementrian yang dihelat di daerah ini. “Kalau saya perkirakan sih, karena ongkos produksi maskapai saja yang tidak menutup secara hitung-hitungan bisnis,” pungkasnya.

Pemprov Harus Intervensi

Penundaan penerbangan, bakal berimplikasi pada sektor ekonomi. Menurut akademisi UNG, Dr. Amir Archam, dampak dari penundaan penerbangan ini akan sangat terasa ketika itu terjadi dalam waktu yang panjang.

“Kalau penundaan penerbangan ini terjadi dalam satu atau dua hari, dampaknya mungkin tak akan terasa. Tapi kalau ini terjadi dalam waktu yang panjang, mobilitas akan terhambat, terutama di lihat dari sisi bisnis. Dan berdampak buruk bagi investasi,” kata Dr. Amir Archam.

Kondisi ini, kata Dr. Amir, secepatnya harus disikapi oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus mencari alternatif lain agar ini tidak menjadi faktor penghambat bagi pelaku bisnis dan para investor. “Pemerintah provinsi Gorontalo perlu melakukan intervensi.

Satu hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah, adalah dengan menyiapkan subsidi untuk setiap seat pesawat dari maskapai yang melakukan penerbangan. Ini penting untuk menutupi kerugian maskapai. Ini juga yang dilakukan beberapa daerah, seperti Kalimantan dan Papua,” kata Doktor bidang ilmu ekonomi itu. (rg-34/40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.