Pemkab Boalemo Polisikan Akun Fb Ti Kama

RadarGorontalo.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo akhirnya mempolisikan pemilik akun Facebook (FB), dengan nama Ti Kama. Hal ini terungkap dalam konfrensi Pres yang digelar oleh Pemkab Boalemo yang dipimpin oleh Sekda Husain Etango yang didampingi sejumlah pimpinan OPD serta Hendra R. Saidi, SH, selaku Staf Khusus Bupati Boalemo Bidang Hukum dan Politik.

Dimana menurut Hendra R. Saidi, SH, setelah Pemda Boalemo melakukan kajian lebih dalam, status akun FB ‘Ti Kama’ diduga mengandung unsur ujaran kebencian, terhadap Bupati Boalemo Darwis Moridu. Dimana, kejadian ini berawal saat Pemerintah Kabupaten Boalemo, melalui Satuan Polisi Pamong Praja, melakukan penertiban baliho pada salah satu billboard milik pemerintah Kabupaten Boalemo di Kecamatan Tilamuta di desa Mohungo. Penertiban tersebut, dilakukan karena pemasangan Baliho pada Billboard dimaksud disinyalir tidak mengantongi izin tertulis dari pemerintah daerah.

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Boalemo sendiri, saat ini memprogramkan untuk melakukan pemasangan baliho pada beberapa Billboard milik Pemda dengan tema ‘Marhaban ya Ramadhan’. Tetapi sayang, langkah penertiban baliho ini, kemudian memicu ketersinggungan salah satu warga yang kemudian melayangkan rasa ketersinggungan tersebut melalui postingan pada akun facebook oleh salahsatu akun Fb dengan nama Ti Kama yang telah mengudang ketersinggungan antar lembaga pemerintah Kabupaten Boalemo. Karena terindikasi yang dilakukan oleh akun Fb nama Ti Kama, melanggar Undang Undang tentang ITE. Dimana, bagian isi dari tulisan akun Ti Kama tersebut, tindakan Pemda Boalemo yang dinilai melecehkan kader salah satu Parpol di Kabupaten Boalemo. Dimana, baliho yang ditertibkan oleh Pemkab Boalemo itu, memuat ucapan ‘Marhaban Ya Ramadhan’ disertai foto beberapa tokoh.

Kepada sejumlah awak media, Jubir Bupati Boalemo Hendra Saidi membantah, jika kebijakan penertiban baliho yang dilaksanakan Pemda Boalemo mengandung tendensi politik. “Kami tegaskan bahwa, ini bukan persoalan Parpol tertentu, dan kami juga dalam hal ini saya selaku juru bicara Bupati, dan Kabag Humas Pemda Boalemo, sudah melaksanakan klarifikasi dengan pihak Parpol bersangkutan, dan dari komunikasi dan klarifikasi via telefon yang kami lakukan, tidak ada pernyataan keberatan secara kelembagaan oleh Parpol bersangkutan. Sehingga, sekali lagi, langkah yang kami tempuh ini, murni untuk penegakan hukum, atas pihak pihak atau oknum yang disinyalir telah berlaku kurang bijak menggunakan medsos dengan mengunggah postingan yang mengandung ujaran kebencian terhadap Bupati Boalemo,” ujar papar Hendra Saidi.

Lanjut Jubir Hendra, hal ini ditempu oleh Pemkab Boalemo bukan untuk menzholimi dan memenjarakan siapapun. Akan tetapi untuk menegakkan hukum, dan memberikan efek jera, atas dugaan ujaran kebencian terhadap Bupati Boalemo. “Kami sedang melaksanakan pendalaman dengan tim kuasa hukum untuk persoalan ini,” tutup Jubir Hendra. (RG-45)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *