Pelayanan RSAS Dinilai Buruk, Korban Panah Wayer “Terlantar”

 

Anggota DPRD Kota Gorontalo Ekwan Ahmad, saat melihat kondisi korban penembakan panah wayer di Kelurahan Dulomo Selatan, sekitar pukul 04.00 Wita pagi dini hari.

RadarGorontalo.com – Buruknya pelayanan di Rumah Sakit Aloi Saboe (RSAS), membuat Anggota DPRD Kota Gorontalo Ekwan Ahmad, kecewa. Pasalnya korban penembakan panah wayer, Alivian Katili (17) warga Dulomo Selatan, tidak langsung ditangani pihak RSAS, dengan membiarkan anak panah wayaer tertancam di pagian pinggang korban.

Padahal korban masuk Rumah Sakit (RS) sejak pukul 01.00 Wita pagi dini hari. Namun sudah ber jam-jam menunggu, belum ada juga tindakan medis yang dilakukan. “Ini sudah sangat keterlaluan, seharusnya jika ada korban begini harus segera diambil tindakan medis,” tegas Ekwan yang juga melihat langsung kondisi korban.

Alivian Katili (17) warga Dulomo Selatan, yang menjadi korban penembakan panah wayer, yang dilakukan OTK.

Politisi partai Hanura itu, sementara istirahat tiba-tiba ditelpon orang tua korban yang mengeluh belum mendapatkan tindakan medis dari pihak RSAS. Mendengar keluhan warganya, Ekwan kemudian langsung mendatangi RSAS, dan ternyata benar apa yang disampaikan orang tua korban. “Dari jam 01.00 Wita masuk di RS, tapi sampai dengan pukul 05.00 Wita dini hari, belum juga diambil tindakan medis dan ini sudah diluar batas kewajaran” ujarnya sembari menambahkan, alasan pihak RSAS masih menunggu dokter.

Dijelaskannya, jika ada yang terjadi pada korban siapa yang akan bertanggung jawab terhadap itu?. Akibat lambatnya tindakan medis kata Ekwan, bisa membuat pasien kesakitan. Seharunya pihak RSAS, lebih cepat mengambil tindakan medis dan tidak membiarkan pasien dalam keadaan tersiksa.

Sehingganya pelayanan di RSAS kata Ekwan, perlu di evaluasi lagi di DPRD Kota Gorontalo. Sementara itu, salah satu petugas medis yang berada di Unit Gawat Darurat (UGD), saat dikonfrimasi Wartawan RadarGorontalo.com, korban belum bisa diambil tindakan medis, karena masih menunggu dokter dan hasil tes darah korban. “Dokternya belum ada, jadi penanganannya nanti jam 07.00 Wita,” kata salah satu petugas UGD. (Hel)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *