Pelabuhan Tilamuta Cetak Sejarah Ekspor Jagung

Bupati Rum Pagau meninjau persiapan eksport jagung. (FOTO : RONALD RAMPI/RG)
Bupati Rum Pagau meninjau persiapan eksport jagung. (FOTO : RONALD RAMPI/RG)

RadarGorontalo.com – Sebanyak 2.600 ton jagung akan diekspor ke Korea pada Kamis (22/9). Menariknya ekspor jagung kali ini, tidak melalui Pelabuhan Kota Gorontalo atau Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara. Melainkan melalui Pelabuhan Tilamuta yang ada di Kabupaten Boalemo. Tentunya ini menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Boalemo sebagai pintu eksport di Provinsi Gorontalo.

Menjelmanya Pelabuhan Tilamuta menjadi pelabuhan eksport ini, tak lepas dari kerja keras Bupati Boalemo Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmudin Hambali yang begitu getol melaksanakan pembangunan di segala sektor. Selain itu, dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah Kabupaten Boalemo dan unsur legislatif bersama seluruh komponen masyarakat menjadi salah satu aspek keberhasilan pengembangan Pelabuhan Tilamuta.

Bupati Boalemo Rum Pagau yang diwawancarai RADAR Gorontalo, Rabu (21/9) malam, menuturkan, eksport jagung perdana dari Pelabuhan Tilamuta ini akan menjadi langkah awal kebangkitan Kabupaten Boalemo dibidang transportasi laut berskala dunia. “Ini adalah momen yang begitu membanggakan bagi kita semua sebagai masyarakat Kabupaten Boalemo,” ungkap Bupati.

Menindaklanjuti hal tersebut, Rum Pagau menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Tilamuta. Rencana itu juga telah diwujudkan dengan menjalin kerjasama antara pemerintah daerah Kabupaten Boalemo dengan PT.Pelindo IV selaku instansi BUMN yang menangani pembangunan dan pengembangan pelabuhan di kawasan timur Indonesia. “Sudah ada MoU antara Pemda Boalemo dan PT. Pelindo IV untuk mengembangkan Pelabuhan Tilamuta,” terangnya. Bahkan, melalui MoU tersebut pemerintah daerah Kabupaten Boalemo telah diberikan tugas untuk menangani pembebasan lahan. Sedangkan pihak PT.Pelindo IV sendiri, akan bertanggung jawab soal pembangunan pelabuhan beserta masterplannya.

Lebih lanjut, Bupati yang dikenal dengan gagasan pembangunan spektakulernya itu menambahkan bahwa pemerintah daerah juga telah melakukan langkah-langkah strategis pengembangan Pelabuhan Tilamuta. Salah satunya dengan melakukan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Kita akan mengajukan perubahan RTRW ke DPRD Kabupaten Boalemo. Dimana, untuk Pelabuhan Tilamuta yang sebelumnya masih berstatus skala kecil atau pelabuhan perintis, akan dirubah menjadi besar,” tegas Bupati. Bila RTRW Kabupaten Boalemo telah rubah, maka pemerintah daerah akan langsung melaksanakan pembebasan lahan serta pemetaan wilayah lainnya.

Bupati yang dijuluki Bapak Pembangunan Boalemo ini mengatakan, bahwa kesimpulan dari PT. Pelindo IV yang telah melakukan survey lapangan selama satu bulan di Kabupaten Boalemo, Pelabihan Tilamuta sangat bagus dijadikan sebagai pelabuhan internasional. Karena, selain letaknya sangat mendukung dan strategis berada di Teluk Tomini, Pelabuhan Tilamuta juga tidak terlalu berombak. Apalagi, tersedianya lahan yang cukup luas dan layak untuk menjadi kawasan pengembangan pelabuhan berskala internasional. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *