Pecat Kader Pembelot

RadarGorontalo.com – Awas..! Hati-hati. Kata-kata ini mungkin pantas mengingatkan kader Golkar yang tidak mau mengamankan perintah DPP Partai Golkar. Bagaimana tidak, Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tentang penetapan pasangan calon Gubernur, Bupati dan Walikota sudah turun.

Sangat tegas memang. di juklak tersebut sangat jelas melarang seluruh kader partai Golkar di semua tingkatan organisasi partai, baik DPP, DPD Provinsi maupun DPD Kabupaten/Kota, pimpinan Kecamatan (PK) hingga pimpinan Desa (PD) termasuk pimpinan dan anggota organisasi sayap, badan dan lembaga disemua tingkatan, fraksi Golkar disemua tingkatan perwakilan dilarang: mencalonkan diri dari partai lain atau menjadi calon independen, setelah dikeluarkan keputusan penetapan pasangan calon Gubernur, Bupati dan Walikota dari partai Golkar atau koalisi partai Golkar bersama partai lain.

Poin berikut dijuklak tersebut melarang kader Golkar menjadi tim sukses dari pasangan calon lain, selain yang diusulkan partai Golkar atau gabungan partai Golkar dengan partai lain, serta dilarang keras terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pemenangan pasangan calon lain, selain yang diusulkan partai Golkar.

Pelanggaran terhadap larangan di atas diberikan sanksi sebagai berikut: Yang bersangkutan wajib seketika mengundurkan diri atau dinyatakan mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan struktur partai Golkar. Bahkan yang bersangkutan wajib seketika mengundurkan diri atau diberhentikan dari anggota DPR-RI, atau DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo Dr. Paris Jusuf mengakui adanya desakan sebahagian besar kader Golkar Gorontalo, untuk segara melakukan kajian/laporan secara tertulis ke DPP Partai Golkar, terkait adanya oknum kader Golkar yang tidak mau mengamankan keputusan DPP, malah mengkampanyekan calon lain. “Iyaa benar. Desakan ke DPD I terus mengalir.

Mereka minta kader yang tidak mau amankan penetapan pasangan calon untuk segera dilaporkan ke DPP,” ungkap Dr. Paris Jusuf.
Selain itu Paris hanya membocorkan agenda deklarasi NKRI (Nyata Karya Rusli-Idris), yang rencanannya tinggal tunggu kepastian jadwal kunjungan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Setya Novanto. “Insya Allah deklarasi dalam waktu dekat ini dan akan dihadiri langsung oleh pak Ketum. Doakan saja yaaaa, insya Allah lancar dan sukses,” kata Paris membocorkan. (rg-50) 

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.