Pecah Jelang Pilkada, Siapa yang Diakui..?

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Konflik di tubuh Hanura, sampai juga di daerah. Rotasi besar-besaran di tingkatan DPC, pasca peralihan jabatan Ketua DPD Hanura ke Guntur Thalib, mendapat tanggapan dari Tien Mobiliu, Ketua DPC Hanura Kota yang dilengserkan lewat Musdalub. Dalam keterangan persnya, Sabtu (27/1) kemarin, dengan tegas Tien bahkan mengatakan kalau Musdalub Hanura versi Oesman Sapta Odang itu ilegal.

“Setelah mosi tidak percaya masuk ke DPP Hanura, pada tanggal 11 Oesman Sapta Odang dipecat. Selanjutnya DPP Hanura menunjuk Plt Ketum Hanura, yakni Marsekal Dariatmo sebagai terpilih. Meski sudah dipecat dari jabatanya sebagai Ketum, Oesman Sapta Oda masih melakukan pemecatan pada tanggal 13 terhadap Syarifudin Sudding. Kemudian tepatnya pada 18, DPP Hanura menggelar Munaslub, yang dihadiri 2/3 pengurus partai Hanura. Diantaranya 26 DPD, 401 DPC, PAC dan Ranting. Dan kenapa kami menyebutkan musdalub Oesman Sapta Odang, itu ilegal. Karena tidak dilaksanakan di daerah, kemudian tak dihadiri 2/3 dari pengurus partai itu sendiri. Bahkan, masing-masing dari Ketua DPC Hanura Gorontalo, tak ada yang hadir,” jelas Tien Mobiliu usai memimpin rapat bersama pengurus DPC, PAC dan ranting Hanura Kota Gorontalo.

Ditempat terpisah, Hi. Ekwan Ahmad yang ditunjuk menjabat Ketua DPC Hanura Kota Gorontalo versi Oesman Sapta menegaskan, kalau kepengurusan DPP Hanura yang diakui Kemenkum HAM serta Wiranto selaku pendiri Hanura itu sendiri, adalah kepengurusan Osman Sapta. Dan perombakan pengurus di DPD hingga DPC adalah perintah DPP.

Untuk DPD Hanura dipimpin Guntur Thalib yang terpilih secara aklamasi, sedangkan DPC Hanura Kota Gorontalo dipimpin oleh Ekwan Ahmad. “Pernyataan Pak Pembina itu yakni Pak Wiranto, Ketum DPP Hanura yakni Oesman Sapta Oda. Perombakan yang dilakukan Ketum Hanura, bukanlah pemecatan. Seperti penegasan pimpinan, diminta tak ingin ada duri dalam daging. Dimana dalam pengurusan partai ini, bagi siapa yang ingin membesarkan partai, itu diajak. Namun bagi kader yang tak ingin membesarkan partai, tidak apa-apa,” terang Ekhwan Ahmad.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.