Pasar Modern Gorut Tak Layak, Kejati Gorontalo Tetapkan 21 TSK

Pasar Gorut

RadarGorontalo.com – Proses penyidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan pasar modern di Gorontalo Utara, terus dikebut perampungannya oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Jumlah tersangkanya pun terus bertambah, dari 10 menjadi 21 orang. Proyek yang merugikan negara senilai Rp. 5,6 milyar itu, ironisnya sudah tak layak kondisinya. Padahal baru diresmikan Juli tahun ini.

Koordinator Penyidikan Kejati Gorontalo Ridwan SH mengatakan, proses penyidikan atas kasus ini telah memasuki tahap penuntutan. Dari 21 tersangka yang ditetapkan, sebagian diantaranya adalah ASN di lingkungan Pemda Gorut, tepatnya Dinas Koperindag. ” Tahapanya sementara dibuatkan rencana tuntutan dan setelah itu akan dilakukan pemberkasan terhadap 21 berkas tersangka ” kata Ridwan.

Ridwan pun menjelaskan, pengerjaan pasar moderen di Gorut itu, dilaksanakan dua tahap. Dan kedua duanya, sarat akan dugaan korupsi. Dari hasil penelidikan, terdapat kwalitas pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi serta amburadulnya administrasi. ” Pembangunan pasar moderen ini gagal total, tak layak di gunakan karena dapat membahayakan pedagang karena konstruksi bagunan tersebut sangat buruk” kata Ridwan, sembari menambahkan bangunan pasar modren tahap I dan II itu kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp. 5,6 Milyar.

Sebelumnya, Ke 10 orang tersebut masing -masing berinisial MA selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ZM menjabat PPTK), NH selaku kontraktor atau pihak ketiga, kemudian konsultan pengawas yang terdiri dari, MM, SN dan SS. Masih dalam kasus yang sama, Kejati juga menetapkan SD yang kala itu menjabat Ketua ULP NIM dan terakhir, OH selaku Ketua Pokja. (tr-10/RG)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *