Partisipasi Pemilih, Gorontalo Lampaui Target Nasional

 

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi, Penetapan dan Pengumuman Hasil Penghitunga Suara Tingkat Provinsi, di ball room Damhil Hotel Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Partisipasi penggunaan hak pilih pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur baru-baru ini, Gorontalo mencatat rekor melebihi target nasional. Persentase partisipasi penggunaan hak pilih secara nasional, adalah 70 persen. Sementara persentase penggunaan hak pilih di Pilgub Gorontalo, mencapai 80 persen. Ini terungkap dalam rapat pleno rekapitupasi penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara yang digelar KPU Provinsi Gorontalo, Ahad (26/02). Capaian ini, tentu tidak lepas dari peran KPU Provinsi Gorontalo, yang mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat Gorontalo.

Dari data yang terungkap dalam rapat pleno tersebut, terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilih. Dan peningkatan ini bukan hanya terjadi di satu daerah pilih, namun secara keseluruhan mencapai dan melapaui target KPU RI. Seperti yang dikatakan Ketua KPU Provinsi Gorontalo Muhamad N. Tuli, untuk wilayah Kabupaten Pohuwato mencapai 79,06 persen. Sedangkan Kabupaten Boalemo 83,67 persen, Kabupaten Gorontalo 80,04 persen, Gorontalo Utara 80,17 persen, Bone Bolango 85,58 persen, Kota Gorontalo 81,22 peren dan Provinsi Gorontalo 81,34 persen. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2011 silam, di tahun 2017 partisipasi masyarakat menggunaka hak pilihnya meningkat dengan signifikan, yakni mencapai sekitar 85 persen. “Saya berterima kasih pada masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya dengan baik, serta pemerintah daerah juga aparat yang terus bersinergitas dengan KPU Provinsi Gorontalo dalam mensukseskan Pilkada ini,” ujar Muhamad N. Tuli.

Sedangkan dari data baik DPT, DPPh dan DPTb, ada 801.799 yang terdaftar sebagai pemilih. Dengan rincian, DPT berjumlah 791.129, DPPh 2.759 pemilih dan DPTb atau yang menggunakan KTP Elektronik sebanyak 7.911 pemilih. Sementara yang menggunakan hak pilihnya, hanya mencapai 81,33 persen. Seperti yang tercantum dalam data yan berhasil dihimpun media ini melalui KPU Provinsi Gorontalo. Diantaranya, DPT 641.515 yang menggunakan hak pilih, DPPh 2.738, DPTb sebanyak 7.911, dengan total keseluruhan 652.164 yang menggunakan hak pilihnya. “Jumlah surat suara yang digunakan sebanyak 652.164, sedangkan yang tidak terpakai berjumlah 159.716. Untuk jumlah surat suara yang dikembalikan sebanyak 222, sehingga total keseluruhannya surat suar termasuk dengan cadangan sebanyak 812.102,” jalas Muhamad N. Tuli.

Dijelaskannya pula, jumlah 652.164 surat suara yang digunakan, 98,72 persen surat suara yang sah digunakan pemilih. Dan sisanya, hanya mencapai 1,28 persen dari jumlah yang ada. Dalam rekapan surat suara yang dilakukan KPU, suara sah mencapai 643.839, sedangkan yang tidak sah hanya sebanyak 8.325. Jika dibagi per daerah, Kabupaten Gorontalo paling sedikit ditemukan adanya surat suara yang tidak sah, sedangkan yang terbanyak, itu di daerah Boalemo. “Rincian surat suara yang tidak saha diantaranya, Kabupaten Gorontalo sebanyak 2.463, Boalemo 2.486, Pohuwato 519, Bone Bolango 1.340, Gorut 360 dan Kota Gorontalo sebanyak 1.157,” terang Muhamad N. Tuli.

“Lain lagi dengan pemilih yang menyandang disabilitas atau cacat, yang mencapai 2.472 pemilih. Dimana kata Muhamad N. Tuli, ada sebanyak 808 masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan hak pilihnya, pada Pilkada Gubernur 2017,” timpalnya.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *