Paparkan Waduk Dihadapan Presiden Sebagai Solusi Banjir, RH ‘Rayakan’ Ultah di Istana

RadarGorontalo.com – Sepertinya Presiden Jokowi sangat mempercayai Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, khususnya soal penanganan pembangunan di Gorontalo yang merupakan program nasional.

Buktinya, Selasa (6/6) Rusli diundang Presiden dalam rapat terbatas (Ratas) di Istana Negera. Sebenarnya Rusli harus kembali ke Gorontalo hari ini karena nanti malam dia harus menghadiri acara syukuran ulang tahunnya ke 54 yang sudah di agendakan dengan anak anak yatim.

Tetapi untuk kepentingan yang lebih besar, maka acara di Gorontalo dia batalkan. Gubernur yang satu ini memang selalu ngotot untuk urusan pembangunan apalagi soal waduk yang sudah beberapa Presiden, mulai dari Soeharto hingga SBY, waduk multi fungsi ini belum juga terwujud. Namun Insya Allah di era Jokowi dan Rusli waduk ini akan terwujud.

Perlu diketahui waduk ini digagas oleh BJ Habibie tekita dia masih Menristek, yang tak lain fungsi utamannya adalah untuk mengantisipasi banjir yang sering melanda Gorontalo saat ini. “Besok (6/6) merupakan hari spesial bagi pak Rusli Habibie, karena ulang tahunnya yang ke 54, tapi beliau diundang langsung oleh Presiden untuk menghadiri rapat Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Gorontalo, di Kantor Kepresidenan, Jakarta,” kata Karo Humas Pemprov Sukri Botutihe.

Dalam ratas nanti, Gubernur didampingi Sekdaprov dan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo. Gubernur nantinya akan memaparkan realisasi sejumlah proyek strategis yang saat ini sudah berjalan, serta kendala kendala yang dihadapi. Proyek tersebut antara lain pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) atau jalan lingkar luar Gorontalo, kelanjutan pembangunan RSU Hasri Ainun Habibie dan proyek strategis lainnya.

Dalam pertemuan nanti, Jokowi juga mengundang sejumlah menteri antaranya Mendagri, Menkopolhukam, Mensesneg, Menteri Keuangan, Menteri Bappenas dan Menteri Kesehatan. “Nantinya kami akan memaparkan sudah sejauh mana progres dari proyek strategis tersebut, dan insya Allah berbagai kendala yang dialami saat ini, akan mendapatkan solusi dari pak Presiden. Kami juga berharap dari pertemuan ini, akan ada perhatian lebih lagi dari pemerintah pusat, khususnya dalam hal penambahan anggaran,” kata Gubernur Rusli Habibie, ketika dihubingi Radar tadi malam.

Sementara itu, Kepala Bappeda Budiyanto Sidiki menjelaskan, selain proyek nasional diatas, nanti dihadapan Presiden besok (hari ini) Gubernur siap dengan materi sejumlah proyek strategis nasional seperti proyek jalan penghubung Gorontalo Manado (Pelabuhan Gorontalo-Taludaa), Bendungan Bone Hulu dan Bendungan Bolango Hulu. Rusli akan memaparkan langsung kepada Jokowi, mulai dari permasalahan/kendala, perkembangan hingga solusi-solusi yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Contohnya jalan Pelabuhan Gorontalo-Taludaa yang mengalami kendala pada pembebasan lahan di beberapa segmen. Namun sudah kontrak tahun 2017 ini untuk pemeliharaan (long segment), dan pada 2018 nanti rencana pelebaran sepanjang 10 km dengan anggaran Rp 60 miliar dari terget 40 km. Sementara solusi yang ditawarkan proyek tersebut sudah dikoordinasikan dengan pemerintah Kabupaten setempat. Kedua, agar proses percepatan penyelesaian long segment tahun anggaran 2017.

Berikut proyek Bendungan Bone Hulu, mengalami kendala pada surat persetujuan dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone Bolango yang hingga kini belum ada. Kedua, dampak genangan pada kawasan taman nasional Bogani Nani Wartabone hampir seluas 377 hektar. Untuk proyek ini, Pemprov telah memfasilitasi study comparasi ke Waduk Bili-Bili (Sulsel) dan waduk Cirata (Jabar), sehingga pemerintah Kabupaten Bonbol dan masyarakat pada prinsipnya telah menyetujui pembangunan proyek tersebut.

Tak hanya itu, Pemprov juga telah menyurat ke pemerintah Bonbol melalui surat nomor 007/Biro P2E/409/2016 perihal kesediaan dukungan, yang disusul dengan surat kedua nomor 007/Biro P2E/518 tanggal 28 November 2016 perihal pernyataan dukungan, sampai saat ini dalam proses oleh pemerintah Bonbol, sementara solusi untuk dampak genangan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian terkait, agar mempercepatan surat dukungan dari pemerintah Bone Bolango, dan segera memproses persetujuan perubahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proyek strategis nasional berikut adalah Bendungan Bolango Hulu dimana perkembangannya saat ini sudah dalam proses penyelesaian DED (Detail Engineering Design) tahun anggaran 2017-2018. Solusi yang ditawarkan Rusli adalah percepatan proses penyelesaian DED. Kedua, Pemerintah Provinsi telah menganggarkan untuk pelaksanaan study larap (Land Acquisition and Resettlement Action Plan). (rg-50)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *