Panwaslu Kota Terancam Dipecat

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Putusan Mahkamah Agung (MA) RI dan dokumen keabsahan ijazah milik Ryan F Kono, menjadi salah satu alat bukti yang dianggap kuat oleh DKPP RI. Jika gugatan terhadap Panwaslu Kota Gorontalo yang merekomendasikan mencoret pasangan MATAHARI dikabulkan DKPP, maka komisioner Bawaslu kota akan terancam dipecat.

“Menurut yang menerima dokumen, bukti yang kami ajukan sudah cukup bukti, karena yang dimasukkan pula putusan MA RI, dan tentang keabdsaan Ijazah Ryan F Kono,” ujar Ketua Tim PH Paslon MATAHARI, melalui telepon selular Minggu (25/03).

Masih kata PH Matahari, selain bukti keabsahan ijazah, bukti lainnya terkait pelaksanaan sidang musyawarah sengketa Pilkada yang digelar Panwaslu Kota Gorontalo, yang diduga tergesa-gesa dan tidak melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Gorontalo, dan Bawaslu RI. Padahal, Bawaslu sudah mendengarkan keterangan dari pihak MATAHARI maupun termohon yakni KPU Kota Gorontalo. “Untuk sidangnya, kami tinggal menunggu jadwal sidangnya. Sementara untuk perkara ini, terkesan Panwaslu hanya mengcopy paste, pengaduan yang dilakukan paslon lain,” tegas FeldyYusuf Taha.

Sementara itu, Panwaslu Kota Gorontalo hingga kini tetap beraktifitas seperti biasa, kendati persoalan gugatan MATAHARI ke DKPP terkait putusan Panwaslu yang mencoret mereka, sementara berproses. Dan menurut informasi, bukti-bukti yang diajukan sangat kuat. “Sampai dengan saat ini kami belum menerima surat undangan, atau panggilan dari DKPP RI. Dan kalau pun itu ada, kami siap mengikuti proses tersebut,” tutur Ketua Panwaslu Kota Gorontalo Jhon Purba.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *