Optimalkan Pelayanan, KARS Suvei RSUD Ainun Habibie

Gubernur Rusli Habibie bersama tim survey dair KARS, didampingi Kepala RS Ainun Habibie dan sejumlah dokter

RadarGorontalo.com – Untuk mengoptimalkan pelaayan yang paripurna, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan penilaian terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aiunu Habibie akan melakukan survei 3 hari kedepan, yakni sejak Rabu hingga Sabtu besok.

Akreditasi dilakukan agar memiliki standar pelayanan seragam secara nasional. Akreditasi menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Hal ini terungkap saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menerima tim survey dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Rabu (5/12) kemarin.

Rusli mengatakan, rumah sakit merupakan bagian penting dari sistem kesehatan. Rumah sakit menjadi tempat pelayanan kuratif komplek, pelayanan gawat darurat, pusat alih pengetahuan dan teknologi, serta berfungsi sebagai pusat rujukan.

Sehingga proses pengembangan RS Ainun menjadi rumah sakit rujukan tipe B berlahan akan terwujud,” kata Rusli. “Alhamdulillah perjuangan membangun RS Ainun sejak tahun 2012 tidak sia-sia”, tuturnya.

Selain sudah beropreasi dengan berbagai keterbatasan, RS tipe D tersebut akan segera dikembangkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“In shaa Allah rumah sakit ini kita akan jadikan rumah sakit rujukan. Proses KPBU saya tanyakan tadi sama pak Sekda sudah sampai di mana, katanya sudah mau finish. Dari 20 langkah tinggal satu langkah lagi.

Jika konsep pembangunan rumah sakit dengan menggaet investor itu berhasil, maka proses pengembangan RS Ainun menjadi rumah sakit rujukan tipe B berlahan akan terwujud,” kata Rusli.

Terkait dengan ketersediaan tenaga dokter, Pemprov Gorontalo sudah menjalin kerjasama dengan fakultas kedokteran di sejumlah universitas. “UNG juga akan segera membuka fakultas kedokteran dan RS Ainun akan jadi salah satu universitas yang bekerja sama dengan UNG.

Kita juga sudah bekerjasa dengan beberapa universitas ternama se Indonesia, menawarkan alumni dokternya bekerja di Gorontalo khusus di RS ainun,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RS Ainun dr. Yana Yanti Suleman menjelaskan, proses akreditasi SNARS merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti oleh RS Ainun untuk standarisasi pelayanan. Jika dinyatakan lulus, maka RS Ainun diakui secara legal formal dan dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Aturannya sebuah rumah sakit memang harus memiliki akreditasi, karena jika tidak maka pelayanan di rumah sakit tidak sesuai aturan dan yang paling penting BPJS tidak akan bekerja sama.

Jadi hari ini akan dilakukan survei dokumen kemudian nanti akan terlihat implementasi apakah di 4 pokja di RS Ainun sudah teralilasi,” jelasnya. (RG-25)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *