Oknum Polisi Diciduk BNNP

1,98 Gram Sabu Disita 

RadarGorontalo.com – Satu lagi oknum polisi berpangkat brigadir berinsial RT, diciduk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Penangkapan RT yang seharinya bertugas di Polda Gorontalo itu, merupakan hasil pengembangan dua tersangka pengedar yang sudah lebih dulu diamankan.

Dari penjelasan BNNP Gorontalo, kronologis penangkapan Brigadir RT sendiri, berawal dari tertangkapnya tersangka AA salah seorang pengedar, dalam sebuah operasi rutin yang dilakukan Kepolisian wilayah hukum Palu, Senin (21/11). AA ternyata masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) BNNP Gorontalo, yang sempat melarikan diri sejak 6 bulan silam. Tak tunggu lama, AA pun langsung diamankan. Kepolisian Mapolres Palu pun, langsung berkoordinasi dengan BNNP Gorontalo, yang kemudian bertolak menuju Kota Palu.

Setelah diinterogasi, AA menyebut nama seorang pemakai berinsial WK yang tinggal di Kelurahan Kasuari. Selasa (22/11), petugas BNNP bergerak cepat meringkus WK, di kediamannya tanpa ada perlawanan. Dari tangan WK diamankan satu butir pil ecstasy. Interogasi terhadap keduat tersangka pun berlanjut. Baru beberapa menit diinterogasi, WK pun akhirnya menyebut RT oknum polisi berpangkat brigadir yang berugas di Mapolda Gorontalo. Berbekal pengakuan tersangka WK, Rabu (23/11) kemarin, tim BNNP meluncur untuk melakukan penggerebekan.

Tak semulus penangkapan kedua tersangka sebelumnya, penangkapan RT diwarnai aksi kejar-kejaran. Saat digerebek di salah satu rumah di kediaman Liluwo, RT ditemukan bersama seorang perempuan. Mengetahui dirinya akan diciduk, RT pun langsung kabur, sedangkan teman perempuannya langsung diamankan petugas, bersama sejumlah barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 1,98 gram dan tiga alat hisap alias bong. Perburuan RT pun berakhir di kediamannya yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Rabu (23/11) kemarin. RT sendiri, diduga adalah pemain lama.

Kata Kepala BNNP Gorontalo Kombes pol. Sumarno, saat ini ke tiga pelaku tersebut telah di tahan sel tahanan BNNP Gorontalo. “Mereka masih akan kami lakukan pengembangan lebih lanjut. Apalagi sesuai informasi, RT merupakan pelaku yang pernah melakukan kasus yang sama,” tutup Sumarno.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *