Oknum Pengecer Dalang Kelangkaan LPG 3 kg

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Baru masuk hari pertama Ramadhan, masyarakat sudah mulai dikejutkan dengan kelangkaan gas LPG 3 kg. Padahal, stok per kabupaten/kota sudah ditambah 10 persen dari jatah biasanya. Ternyata, terungkap kalau LPG 3 kg, sengaja ditimbun pengecer jahat yang kemudian diselundupkan ke luar daerah, demi mengeruk rupiah yang lebih besar.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Sukri Botutihe, ketika dihubungi Radar Gorontalo, minggu (28/05) malam, kalau melihat jumlah stok LPG 3 kg, pada dasarnya masih dalam kondisi normal. Karena, PT Pertamina menambah kuota sebesar 10 persen bahkan lebih ke setiap agen di Kabupaten/Kota.

Dimana, jatah normalnya hanya 3.360 tabung/hari untuk tiap agen, kini stoknya mencapai 5.600 tabung. “Contohnya di agen tiap hari didistribusi 10 truk ke pangkalan, setiap truk bermuatan 560 tabung. Artinya ada penambahan stok dari 3.360 menjadi 5.600 tabung setiap harinya,” ungkapnya.

Hanya saja diakui Sukri, hal mengejutkan ditemukan di lapangan, terkait kelangkaan LPG 3 kg ini. Seperti yang kejadian di Kabupaten Pohuwato baru-baru ini. Dimana terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram tepatnya di Kecamatan Popayato. Setelah ditelusuri ternyata kekosongan terjadi akibat ulah pengecer nakal yang ingin meraup keuntungan lebih dari penjualan LPG 3 kilogram, dengan cara menjualnya ke Sulawesi Tengah, lewat perbatasan Popayao Barat dengan Moutong. “Dimana yang kosong insya Allah segera kami penuhi karena stok cukup. Tapi jangan sampai seperti kejadian di Popayato baru-baru ini, mereka bilang kosong ternyata dijual ke Sulawesi Tengah karena di sana mahal ketimbang di Gorontalo,” ungkap Sukri.

Sehingga itu, Sukri menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo jika terjadi kelangkaan atau kekosongan LPG 3 kilogram, segera laporkan ke pemerintah desa atau pemerintah kecamatan dan bisa juga langsung ke pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi. “Kami di kantor PM, ESDM dan Transmigrasi juga menerima pengaduan kalau ada kelangkaan LPG,” ungkapnya. “Terjadi kekosongan segera laporkan dimana, kami segera turun,” tambahnya.

Selain menambah stok 3 kilogram, PT Pertamina juga menyediakan LPG non subsidi 5,5 kilogram yang jumlahnya tidak terbatas. Untuk menindaki para pengecer nakal, Sukri berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota, dan pihak kepolisian akan melakukan razia dan jika ditemukan praktek penjualan tabung LPG subsidi ke daerah-daerah tetangga akan ditindaki tegas.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dengan tegas mengatakan tangkap pengecer nakal. “Bantu kami tangkap pengecer nakal. Mereka jual ke luar karena LPG di sana lebih mahal,” kata Rusli Habibie. Sementara informasi yang diperoleh harga LPG 3 kilogram di Sulawesi Tengah yakni 30 hingga 35 ribu/tabung sementara di Gorontalo hanya 20 hingga 24 ribu/tabung. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.