Oknum Guru Ditemukan Sekamar Dengan…

bersama kekasihnya dan empat pasangan lainnya serta dua wanita penghibur ketika dimintai keterangan oleh petugas di ruang kerja Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota.

RadarGorontalo.com – Berbagai alasan diungkapkan ATB alias AL, oknum ASN berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai guru di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), ketika dipergoki sekamar dengan perempuan diduga kekasihnya, dalam operasi yustisia, di Kota Gorontalo Jumat (23/12) malam. AL dan kekasihnya merupakan satu diantara empat pasangan dan dua wanita penghibur, yang berhasil diciduk aparat gabung.

Saat digerebek, AL menolak dibawa petugas Satpol PP, dengan alasan mereka tidak berbuat apa-apa. Tapi petugas tidak begeming, AL tetap digiring bersama pasangan lainnya. Usai menyisir kos-kosan, penginapan dan tempat hiburan malam, petugas gabungan pun langsung membawa lima pasang kekasih dan dua wanita pengibur termasak AL dan kekasihnya plus puluhan minuman beralkohol, ke balai kota untuk diproses lebih lanjut.

Saat diperiksa, AL terus menolak kalaui dirinya melakukan kesalahan. Bahkan, saat diminta menghubungi orang tuanyanya di Buko Kabupaten Bangkep, AL mengaku ditempat asalnya itu tidak ada jaringan selular. Namun saat petugas coba menghubungi rekannya di wilayah Buko dan tersambung, AL hanya bisa tertunduk lesu. “kamu seorang guru, harusnya jadi panutan,” ketus salah seorang petugas.

Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo Arifin Mohamad mengatakan, operasi yustisia yang digelar Pemerintah Kota bersama instansi vertikal lainnya tersebut, dalam rangka untuk menciptakan suasan aman dan kondusif di Kota Gorontalo. Apalagi saat ini masyarakat di Kota khususnya non muslim, lagi merayakan Hari Natal. “Sasaran kami sebenarnya hanyalah minuman beralkohol, namun tidak menutup kemungkinan jika ada laporan kami melakukan operasi di sejumlah tempat penginapan dan kos-kosan, sekaligus tempat hiburan malam,” terang Arifin.

Kemudian mengenai sanksi yang diditerapkan pada lima pasang kekasih dan dua wanita penghibur tersebut, kata Arifin, hanya diberikan pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan agar tidak melakukan hal yang sama. (rg-62)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *