November Show Window Peternakan

Kadis Kelautan Perikanan dan Peternakan Haris Suparto Tome ST saat menghadiri kegiatan peternakan di desa puncak Kecamatan Puluba beberapa waktu lalu
Kadis Kelautan Perikanan dan Peternakan Haris Suparto Tome ST saat menghadiri kegiatan peternakan di desa puncak Kecamatan Puluba beberapa waktu lalu

RadarGorontalo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan membentuk show window peternakan yang akan dipusatkan di Kecamatan Pulubala.Show Window menjadi pusat pengembangan ternak sapi potong ( pembibitan dan pengemukan) milik pengusaha lokal di Kabupaten Gorontalo. Diharapkan dengan adanya show window ini seluruh aktivitas kegiatan peternakan selain terpusat juga dibawah pengawasan pemerintah baik dari segi kesehatan sebelum diantarpulaukan. “Untuk memberikan gambaran secara utuh tentang pengelolaan ternak sapi di Kabupaten Gorontalo dalam wujudkan visi misi bupati dan wakil bupati yang telah dituangkan dalam RPJMD,” ujar Kadis Keluatan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gorontalo Haris Suparto Tome ST.

Diakuinya lokasi show window peternakan yang akan diresmikan akhir Nopember ini sebagai cikal bakal menjadikan peternakan dalam satu kawasan terpadu bekerja sama dengan -pengusaha lokal yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo. Sejauh ini diakuinya pengusaha sapi di Gorontalo belum begitu banyak, sekalipun jumlah peternak tersebar ditingkat masyarakat khususnya kalangan petani. Lokasi show window ini memanfaatkan eks pasar hewan Pulubala yang berdaya tampung sekitar 300-400 ekor sapi. Tentunya ke depan ia berharap dengan adanya program ini, jumlah ternak akan jauh lebih meningkat dan tentunya show ini bisa diperluas lagi. ” Tapi jika melihat jumlah sapi yang diantarpulaukan rata rata perbulan 600 ekor. Yang dilakukan pengiriman setiap hari rabu perpekan dengan pengiriman ke Palu Sulawesi Tengah selanjutnya dikirim ke Kalimantan,” ujar Haris Tome.

Haris Tome sangat merespon kebijakan pemerintah dibawah bupati Nelson Pomalingo terhadap pengembangan ternak sebagai salah satu komoditas unggulan, mengigat potensi pengembangan ekonomi kerakyatan sangat potensial. Apalagi pengembangan peternbakan tidak berjalan sendiri, tapi terinteraksi dengan pengembangan komiditas pertanian seperti Jagung. “Sehingga hasil pertanian seperti jagung bisa terserap sebagai bahan makanan ternak, ini jelas memberikan dampak ekonomi yang luas ditingkat masyarakat,” ujarnya. Iapun berharap, dengan adanya kebijakan pemerintah ini, bisa memanfaatkan dengan baik peluang ini dengan baik. Ia tidak menepis terkait dengan adanya program pemerintah untuk penyaluran kredit lunak. Sehingga itu pemerintah memusatkan pengembangan peternakan agar lebih mudah dalam mengatur dan mengawasi. (RG-20)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *