Napi dan Pasien Banyak yang Golput

Salah seorang pasien di RSUD Aloei Saboe, saat memberikan hak suaranya untuk Pilgub, Rabu (15/2)

RadarGorontalo.com – Dari total jumlah tahanan dan narapidana di Lapas Klas IIA Gorontalo yang mencapai sekitar 600 lebih, tercatat 462 tahanan dan napi yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Kota Gorontalo. Mirisnya dari jumlah tersebut, hanya 376 tahanan dan napi yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Cagub-Cawagub, Rabu (15/02)  pada proses pencoblosan yang berlangsung di ruang aula Lapas Klas IIA Gorontalo.

Kata Yarhan, Ketua PPS (KPPS) Kecamatan Hulonthalangi, pihaknya tidak mengetahui apa alasan tahanan dan napi yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Meski demikian ia mengatakan dari jumlah tersebut, menandakan begitu antusias warga binaan di lapas ingin menyalurkan hak pilihanya. “Semua upaya telah kami lakukan agar semua warga binaan di lapas dapat menyalurkan hak pilihnya di moment ini. Termasuk telah menawarkan mereka, khususnya yang tidak mengantongi formulir C6, untuk menggunakan KTP,” ujar Yarhan.

Sementara itu Kepala Lapas Klas IIA Gorontalo Asih Widodo menjelaskan, mengenai dengan proses pelaksanaan tahapan Pilkada yang berlangsung di lapas, pihaknya tidak sama sekali menginterfensi warga binaan. Tapi sebelumnya, telah memberitahukan pada semua warga binaan, untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada waktu pencoblosan. “Saya biarkan warga binaan memilih sesuai keinginan mereka. Saya ingin pemilihan di sini jauh dari kesan tendensi,” singkatnya.

Lain lagi proses pemungutan suara yang berlangsung di tempat pelayanan kesehatan, seperti di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo Rabu kemarin, yang masih ditemukan masyarakat yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Padahal, dari informasi yang berhasil dihimpun media ini melalui Humas RSAS, jumlah total pasien di RSAS mencapai 350.

Sedangkan yang menyalurkan hak pilih mereka sesuai dengan pendataan yang dilakukan KPU Provinsi Gorontalo, sekitar 188 pemilih. Ditambah dengan pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Kota Gorontalo, yang berjumlah 86 orang. Sementara yang menggunakan hak pilihnya, sekitar 274 pemilih, dan yang tidak sebanyak 75 orang.

Hal tersebut pun sempat mengecewakan masyarakat yang berasal dari daerah lain, seperti Sri Wahyuni, warga Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, yang hak suaranya tidak terpakai pada pilkada Boealemo. “Saya berada di rumah sakit berasama dengan suami, kakak dan anak saya yang sudah wajib pilih. Kami berempat terpaksa tidak memilih karena tidak ada pihak KPU Boealomo atau petugas lain, yang membawa surat suara calon Bupati Bualemo untuk di coblos,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba menjelaskan, hal tersebut tentunya bukan menjadi kewenangannya. Tapi merupakan bagian dari tanggungjawab KPU atau penyelenggara yang ada di daerah itu. “Kami hanya menjalankan apa yang menjadi tupoksi kami di daerah kami. Dan alhamdulillah, semua pasien yang terdaftar dalam DPT KPU Kota Gorontalo, itu menggunakan hak pilihnya,” tutur La Aba.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.