Napi Asimilasi Nekat Jambret

Pakai Motor Sipir Pula

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Nekat benar narapidana satu ini. Bukannya tobat, justru berulah kembali, padahal statusnya napi asimiliasi. SG (31) alias Sarifudin narapidana Lapas Kelas II A Gorontalo, nekat mejambret tas milik Salma Halmon, salah saeorang mahasiswi, Sabtu (4/6). Lucunya, motor yang digunakan saat menjambret, adalah motor milik salah seorang sipir.

Bagaimana Sarifudin bisa ada d luar? begini ceritanya. Jadi Saripudin napi kasus pencabulan ini, sudah akan selesai masa tahanannya, setelah menjalani proses hukuman 9 tahun dan sudah masuk proses asimilasi. Sarifudin bisa keluar lapas untuk bekerja, tapi kemudian masuk lagi sore harinya. Nah Sabtu pekan kemarin, Sarifudin meminjam motor milik salah seorang sipir bernama Syarifudin Kalalo, dan diizinkan.

Tapi sudah pukul 17.00 Wita, Sarifudin belum juga kembali. Tiba-tiba ada informasi, sang Napi itu ditahan di Polsek Dungingi Kota Selatan. Dari informasi, rupanya sekitara pukul 19.00 Wita, Sarifudin melakukan aksi pejambretan terhadap salah seorang mahasiswi di simpang tiga Jalan Palma, Kota Gorontalo.

Ceritanya, saat itu korban Salma, saat melintas di jalan itu, dari arah belakang datang pelaku Sarifudin dengan menggunakan motor Mio bernopol DM 3559 AN. Sejurus kemudian, tas berisi dompet, dan barang berharga lainnya langsung dirampas. Untung, di dekat situ ada anggota Polisi Polsek Dungingi sedang bertugas. Sarifudin pun langsung dikejar, dan berhasil dilumpuhkan. Sarifudin pun digiring ke Polsek Dungingi.

Sementara itu petugas Lapas Syarifuddin Kalo, yang juga merupakan pemilik kendaraan yang digunakan tersangka membenarkan kalau dirinya meminjamkan motor kepada tersangka, untuk berangkat kerja. “Saya sementara tidur, tiba-tiba saya dapat telpon kalau yang bersangkutan sudah berada di Mapolsek Dungingi, karena melakukan jabret dan saya pun langsung datang ke Polsek,” ketusnya.

Berdasarkan Standard Operating Procedure  (SOP) yang ada di Lapas, tersangka telah diberikan waktu keluar sampai dengan pukul 17.00 Wita. Tersangka sebelumnya menjalani hukuman selama 9 tahun penjara, dengan kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Benteng Otanaha pada 2012 silam. Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto SIK,  saat dikonfrimasi melalui Kasat Reskrim AKP Indra S Darimunte SIK , menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, dan saat ini pelaku telah dikembalikan ke Lapas. “Kami tidak bisa menahan dia, karea statusnya masih napi yang menjalani proses asimilasi. Dan yang bisa kami lakukan yakni melakukan pemanggilan terhadap tersangka untuk pemeriksaan kasus baru,” ujarnya. (RG-60/RG62)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *