Mutasi Besar, Banyak Pejabat Yang Akan Didepak

ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Cukup sudah, 6 bulan Syarif Mbuinga dan Hamim Pou bersabar untuk melakukan mutasi pejabat, karena memang dilarang oleh aturan. Namun Agustus nanti, larangan itu berarkhir. Dan kebijakan itu, sudah diingatkan mereka sejak awal pelantikan Februari silam.

Langkah tegas ini, memang harus diambil, kalau Syarif maupun Hamim ingin pemerintahannya di periode kedua berjalan mulus. Mereka yang tak sejalan, harus diganti, dengan orang yang punya kemampuan dan ide-ide brilian. Dan pastinya, pejabat pengganti harus loyal dan tak bikin bupatinya sakit kepala.

Terinformasi, cukup banyak pejabat eselon II yang ada di posisi strategis yang digeser. Penggantinya, kebanyakan adalah pejabat-pejabat baru yang dipromosikan. Sedangkan, nasib pejabat eselon II yang didepak, rata-rata diparkir begitu saja.

Syarif Mbuinga yang belum lama ini dimintai tanggapannya mengatakan, mutasi ini adalah langkah yang ditempuh dalam rangka memaksimalkan jalannya roda pemerintahan. Salah satunya adalah pengoptimalan reformasi birokrasi yang menjadi tonggak kesuksesan Syarif Mbuinga dan Amin Haras membangun Bumi Panua. banyak sekali program yang mandek karena, sejumlah SKPD sangat lamban dalam realisasi program yang termaktuf di APBD tahun 2016.

Di periode kedua ini, SYAH akan sepuluh kali lipat bekerja keras untuk melaksanakan programnya. Walaupun di 2 tahun terakhir ini, Pemda Pohuwato dibawah kendalinya meraih banyak sekali prestasi di sejumlah bidang. Namun prestasi ini tak lantas mengendurkan kinerjanya, justru lebih menjadi cambuk dalam meraih prestasi yang lebih banyak. Prestasi yang dimaksudkan adalah prestasi yang berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Pohuwato.

Saat berbincang dengan Radar Gorontalo, Syarif mengakui ada sejumlah anggota kabinet SYAH saat ini yang kinerjanya tak lagi efisien dan efektif. Bahkan ada sejumlah pejabat yang terkesan tak peduli lagi dengan program ungggulan Kabupaten Pohuwato dengan jargonnya “Pohuwato Madani”. Rekomendasi dari asesmen yang digelar belum lama ini, menghasilkan sejumlah nama yang dipertahankan sebagai pimpinan SKPD. “Ya, yang lainnya harus diparkir, karena tak mampu mengakselarasi kinerja dibawah naungan SYAH,” tegas Syarif.

Ditanya nama yang akan diparkir dalam kabinetnya, pemimpin bersahaja penuh energik ini hanya tersenyum simpul. Senyum simpul yang maknanya cukup dalam dan penuh tanda tanya. “Kalau ada yang diparkir berarti ada juga yang dipromosi, tunggu saja bulan Agustus nanti,” tandas Syarif. (RG-55)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *