Mualaf Perempuan Andalan Para Mualaf

Agnes L. Lamba SKM. MM, Ketua Majelis Ta’Lim Nuru Hikmah, ketika menyampaikan sambutan pada perayaan Milad satu tahun majelis takim Nurul Hikmah

PenulisSabrin Maku, Rakyat Gorontalo.

KONSEP belajar mengaji ala Agnes ini, digelar dari rumah satu ke rumah mualaf lainnya. Seiring kegiatan berjalan dari tahun ke tahun, keanggotaan pun terus bertambah sampai 30 orang.

Tepat pada 24 November 2017 tahun lalu, Agnes bersama anggotanya mendaftarkan perkumpulan mereka, ke Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, menjadi Majelis Ta’Lim, bernama Nurul Hikmah.

“Inisiatif saya bersama teman-teman pun, sangat didukung oleh suami saya. Karena manfaatnya sangat banyak, khususnya bagi orang tua baik secara masing-masing pribadi, atau dalam hal mendidik,” ujar Agnes.

Sejak ditetapkan oleh Kemenag Kota Gorontalo sebagai Majelis Ta’lim, banyak program kegiatan yang dilaksanakan majelis ta’lim ini.

Diantaranya, mengaji dari rumah ke rumah, menggelar pendidikan membaca Al Qur’an yang baik dan benar, dari berbagai metode.

Menggelar dan mengikuti ceramah agaman, dzikir bersama serta berdakwah keliling, dari daerah satu ke daerah lain.

Selain itu, kegiatan sosial, seperti anjang sana ke panti asuhan, baik yang tersebar di Kota Gorontalo, sekaligus memberikan santuan pada anak yatim.

“Kemudian menjenguk orang sakit, termasuk bersinergitas dengan program kegiatan keagamaan, yang digelar kelurahan atau kecamatan,” tambah Agnes.

Dalam perjalanan majelis ta’lim yang ia nahkodai, ada anugrah luar biasa yang didapatkan oleh majelis ta’lim ini. Yakni bisa meng Islamkan seorang gadis remaja, yang berniat dan tekad bulat ingin memeluk agama Islam.

Dirinya yang saat itu pada tahun 2017 kemarin, berada di luar Gorontalo mendapatkan informasi, bahwa ada seorang gadis remaja yatim piatu, ingin masuk Islam.

Sebagai pimpinan majelis ta’lim, selain merasa bahagia, dirinya pun meminta kepada anggotanya untu memfasilitas semua persiapan dan kelengkapan yang diperlukan oleh gadis remaja itu.

Dengan upaya pendampingan yang mejalis ta’lim ini lakukan, niat besar gadis remaja tersebut pun tertunaikan. “Alhamdulillah sekarang gadis remaja itu menjadi bagian dari keluarga besar majelis ta’lim ini, dan aktif di berbagai kegiatan,” jelas Agnes.

Dia berharap, semoga majelis ta’lim tersebut bisa memberikan manfaat luar biasa terhadap kehidupan masyarakat Kota Gorontalo. (*)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *