Monumen Soekarno-Soeharto, Cara Boalemo Menghargai Tokoh Besar Nasional

Monumen Soekarno – Soeharto

RadarGorontalo.com – Kabupaten Boalemo belum setenar daerah-daerah besar di Jawa sana. Namun, di daerah yang mekar 1999 silam ini, berdiri kokoh monumen dua tokoh nasional. Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Beda dengan daerah lainnya di Gorontalo, rupanya Boalemo memiliki hubungan emosional dengan Soeharto. Itu terlihat jelas, dari sejumlah bangunan monumental, seperti Jembatan HM Soeharto dan Jembatan Tien Soeharto di Tilamuta serta Pulo Cinta Eco Resort di Botumoito.

Ronald Rampi, Boalemo

Sebuah bangunan nampak berdiri kokoh di simpang tiga, Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman. Bangun ini didesain berbentuk lingkaran dengan dua buah patung berdiri tegak diatasnya. Bangunan ini menarik bukan hanya dari bentuknya saja. Melainkan kehadiran dua buah patung Presiden Indonesia Pertama dan Presiden Indonesia Kedua, yakni Bung Karno dan Pak Harto di atasnya. Belakangan, bangunan ini dinamakan Monumen Soekarno dan Soeharto. Lantas apa yang mendasari hadirnya patung dari sosok kedua tokoh besar bangsa ini di Wonggahu?.

Bupati Boalemo non aktif Rum Pagau menerangkan, kehadiran monumen ini merupakan wujud penghargaan besar bagi kedua tokoh nasional itu. Menurutnya, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno merupakan tokoh pencetus Pancasila. “Ide lahirnya Pancasila itu datangnya dari Bung Karno,” ungkap Rum Pagau. Dan, Soeharto atau yang akrab disapa Pak Harto disebut sebagai tokoh yang konsisten dan secara murni mengamalkan Pancasila. Ini dibuktikan dengan getolnya Pak Harto dalam menerapkan pendidikan moral Pancasila di Indonesia, dan menegaskan semua organisasi dan partai politik untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan. “Bung Karno dan Pak Harto adalah tokoh yang berjasa dalam melahirkan dan mengamalkan Pancasila. Mereka berdua boleh dicatat dalam sejarah Pancasila. Bung Karno sebagai pencetus dan Pak Harto sebagai tokoh yang konsisten mengamalkannya,” ungkap Rum.

Kehadiran monumen yang menunjukan Bung Karno berjabat tangan dengan Pak Harto ini juga menjadi simbol bahwa diantara kedua tokoh besar ini tak ada sekat yang memisahkan keduanya. Berbeda dengan asumsi yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa ada sekat yang memisahkan kedua tokoh ini. “Dua tokoh ini seakan-akan disebut bersebarangan. Padahal tidak. Makanya di Boalemo, dibangun monumen yang menyatukan kedua tokoh besar itu,” papar Rum. Ia juga menambahkan, kedua tokoh tersebut tidak bisa dilupakan.

Mengapa monumen ini dibangun di Desa Wonggahu?. Rum beralasan, Kecamatan Paguyaman merupakan pintu gerbang Kabupaten Boalemo wilayah timur. “Di Tilamuta sudah ada ikon Jembatan HM Sohaerto dan Tien Soeharto. Nah, olehnya monumen ini dibangun di Paguyaman, agar ketika mereka memasuki Boalemo, mereka disambut oleh Pak Harto dan Bung Karno,” terang Rum.

Patung Soekarno dan Soeharto ini sendiri dibuat dengan bahan dasar fiber. Dan kedua patung ini merupakan hasil karya tangan dingin, seorang seniman asli Tilamuta, Joy Biya yang juga merupakan penemu logo Kabupaten Boalemo. Bangunan ini sementara dalam tahap finishing, dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada akhir Bulan Desember. (*/RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.