Merkuri Sudah Dilarang, Tambang Ilegal Siap-siap Ditertibkan

RadarGorontalo.com – Penggunaan merkuri sebagai bahan kimia untuk aktifitas pertambangan, sudah dilarang oleh pemerintah pusat. Aturan yang keluar 2017 kemarin itu, sudah disosialisasikan. Dan tahun ini, seluruh penambang yang kini masih beroperasi menggunakan merkuri, siap-siap ditertibkan bahkan mungkin dipidanakan penegak hukum.

Larangan penggunaan merkuri, bukan tanpa alasan. Pasalnya, zat kimia yang masuk klasifikasi Bahan Berbahaya Beracun atau B3 itu, memberikan dampak kerusakan yang cukup hebat bagi lingkungan, apalagi bagi tubuh manusia yang terpapar akibat mengkonsumsi air yang sudah tercemar merkuri. Terkait ini, telah dibentuk Pokja Merkuri didalamnya berisi Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUM Perindag) Provinsi Gorontalo, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo; dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Akhir 2017 kemarin, larangan tersebut sudah disosialisasikan kepada mereka yang menggunakan merkuri termasuk para penambang. Dan tahun ini, tim terpadu tersebut bersiap melakukan penindakan. Konon, sebelumnya akan digelar operasi penertiban merkuri dan penambang liar seperti di Gunung Pani Marisa, namun hal itu urung dilakukan karena informasi sudah bocor duluan. Kendati demikian, operasi serupa tetap akan digelar untuk menertibkan penggunaan merkuri sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang ditindak lanjuti dengan edaran Menteri ESDM Nomor : 6E/32/MEM.B/2017 tentang Pelarangan Penggunaan Merkuri pada Pertambangan Emas tertanggal 21 April 2017. Kemudian edaran Menkopolhukam Nomor: B-20/Menkopolhukam/De-V/KM/04/7/2017 tentang Penanggulangan Peredaran dan Penggunaan Merkuri Secara Illegal pada Kegiatan Pertambangan tertanggal 14 Mei 2017.

Penambang tak berizin alias PETI adalah pihak yang paling merasakan dampak dari aturan itu. Karena, untuk menggunakan sianida, mereka harus mengantongi izin. Karena jika tidak, jangankan para PETI, si penjual pun bisa dipidanakan.

Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, sudah ada dua tersangka tambang illegal yang ditahan. “Aturan pemerintah pusat dan Aturan Kapolri, jelas melarang penggunaan merkuri. Dan kami telah menindak lanjuti aturan itu,” jelasnya. “penambang harus mulai stop menggunakan merkuri,” timpalnya lagi.

Sementara itu, Kasie Pertambangan, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Zainal Farid, mengatakan, langkah pemutusan distribusi merkuri diharapkan bisa mengurangi aktifitas penggunaan bahan kimia B3 itu, terutama aktifitas penambang tanpa izin. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.