Didakwa Politik Uang, Caleg Nasdem Ajukan Praperadilan

KUASA Hukum Partai Nasdem bersama dengan salah seorang calon legislatif (caleg) yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pidana pemilu, usai melakukan praperadilan ke pengadilan negari (PN) Gorontalo

RadarGorontalo.com – Caleg dari Partai Nasdem RM ditetapkan tersangka dalam dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu karena saat kampanye diduga menjanjikan uang dalam bentuk santunan duka.

Menanggapai status tersangka itu, RM didampingi kuasa hukum, Duke Arie Widagdo bersama caleg Nasdem lainnya langsung mengajukan praperadilan atas putusan tersangka itu ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Gorontalo.

Mereka menilai ada kejanggalan terhadap perkara RM. “Kami merasa proses pemeriksaan penyidikan terhadap RM tidak sesuai hukum acara yang berlaku, makanya kami ajukan gugatan permohonan praperadilan,” ujar Duke.

Apalagi dalam proses penyidikan, RM tidak didampingi pihak Jaksa. “Sesuai pasal yang berlaku, mestinya RM didampingi, tapi kenyataannya tidak ada pendampingan,” terangnya.

Selain itu, dalam surat-surat panggilan dan penetapan tersangka RM, terdapat surat Bawaslu yang keliru. Dimana pencantuman tanggal 17 November perihal penerusan pelanggaran pidana pemilu dianggap tidak benar.

“Peristiwa ini terjadi 18 November, sementara surat penerusan 17 November. Ini yang kami anggap surat-surat yang diajukan penyidik dalam rangka memanggil RM hingga kemudian ditetapkan sebagai tersangka terdapat kekeliruan,” tambahnya.

Pada intinya, praperadilan ini dilakukan agar proses pemeriksaan terhadap RM dilakukan secara benar. Karena pada hakekatnya hukum acara itu dilakukan untuk menegakkan hukum material.

Namun, jika hukum acara dibuat tidak benar, mana mungkin bisa menghasilkan hukum material yang benar. “bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan hasil yang baik, kalau proses yang dilakukan tidak benar.

Sehingga kita uji disini,” tegas Duke. Dan kepada pihak Kejaksaan, Duke meminta agar menghormati dulu proses praperadilan sebelum dilakukan P21. “clear dulu proses praperadilan, apakah praperadilan kami diterima atau tidak, mohon itu dulu dihargai, sebelum dilakukan P21,” tuturnya. (rg-63)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *