Mengapa Budi Pilih Dekot ? 

dr Charles Budi Doku

Setelah Almarhum dr. Rahman Pakaya, Budi Doku tercatat sebagai dokter kedua di Gorontalo yang berkiprah di dunia politik. Sebenarnya juga setelah almarhum dr. Rahman, Budi adalah dokter sejuta umat, karena ketika masih praktik dulu, pasien Buku (Budi Doku) juga sangat membludak.

Tetapi banyak sekali ide dan pikiran-pikirannya yang harus dia salurkan. Maka ketika era reformasi, Budi merasa punya peluang untuk memasuki dunia politik. Dia penuh perhitungan, tidak lantas membabi buta.

Sebenarnya keinginannya ke DPR RI, tetapi dia pendam keinginan itu, maka pilihannya adalah DPD RI. 5 tahun Buku berkiprah di tingkat nasional. Di sana dia menjadi Ketua Kaukus Anti Korupsi.

Dari DPD RI, Buku memutuskan maju di Pilwako berpasangan dengan Feriyanto Mayulu, tetapi rupanya Budi hanya berjodoh dengan Marten Taha. Pasangan MADU ini bisa memenangkan pertarungan di Pilwako.

Budi kemudian digandeng Adhan pada Pilwako kemarin, tetapi jelang perdaftaran, Budi tiba-tiba membatalkan niatnya untuk maju dan Adhan kalah di Pilwako. Setelah tak ikut Pilwako, Buku memutuskan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wakil Walikota.

Tetapi Nasdem meliriknya untuk lapis kedua Rahmat Gobel, tetapi Budi memilih maju di Dekot. Alasannya sederhana saja, dia punya hutang pada rakyat Kota Gorontalo karena tak menyelesaikan masa tugasnya selama 5 tahun.

Lebih dari itu, dia juga merasa belum sempat berbuat banyak selama menjadi Wakil Walikota. Insya Allah ketika berada di DPR nanti, dia akan memberikan banyak konstribusi pikiran dan ide untuk membangun Kota Gorontalo ke depan. Kehadiran Buku di Dekot nanti dipastikan akan memberi warna tersendiri. Ingat tokoh yang satu ini punya cara berpikir yang menggelitik dan ‘nakal’ tetapi tetap cerdas. ***

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *