Menengok Relawan Kabgor di Bencana Palu

Relawan Kambers yang tergabung dalam tim BPBD Kabgor yang melakukan misi kemanusiaan di Palu

RadarGorontalo.com – Sehari pasca bencana gempa dan tsunami melanda Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo terpanggil untuk melakukan misi kemanusiaan mendukung penanganan pasca gempa.

Dengan kekuatan 5 personilnya langsung menuju Kota Palu. Mereka adalah Kasie Kedaruratan, Marzan Yusus, Sofyan Entengo, Suharto Ali, Kasim Nangili dan Insan Isa. Ditambah dengan relawan Kambungu Beresi yakni Sugandi Hamzah, Foni Pakaya dan Sri Oktaviani Uno, sementara ada juga relawan KNPI Kabgor yang ikut dalam misi kemanusiaan.

Bagaimana perjuangan mereka dalam menjalankan misi tersebut?

Beragam cerita mewarnai setiap perjalanan para relawan ketika memutuskan berangkat ke lokasi bencana, termasuk persiapan dalam waktu sangat singkat. Mulai dari membawa personel, logistik dan bantuan sosial, sampai dengan pengungsi, belum lagi dalam mengevakuasi korban.

Seperti penuturan koordinator Kambers Sugandi Hamzah. Menurut aktivis lingkungan ini, selama berada di lokasi terdampak bencana ada banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh BPBD, Kambers dan KNPI. Diantaranya membantu di tenda-tenda pengungsian, mencari dan mengevakuasi warga korban gempa dan beragam aksi sosial lainnya.

Kami pun memberikan semangat kepada rekan sejawat lainnya yang tergabung dalam misi kemanusiaan dari daerah lain. Yang terpenting ada kemauan, kesadaran, dan keinginan untuk membantu saudara-saudara kita, dan ini menjadi momentum kami merasakan banyak rasa,” ungkapnya.

Kondisi daerah benar-benar memprihatinkan. Selain dihempas gempa, konstruksi bangunan pemukiman penduduk mayoritas rata serta tertimbun dengan tanah. Dan ini merupakan tantangan yang memotivasi kami untuk melaksanakan misi kemanusiaan ini.

Cara hidupkan semangat tim dalam evakuasi korban tsunami,

Dan Alhamdulillah semangat kebersamaan antara BPBD Kabgor, Kambers dan KNPI tetap tinggi dalam melaksanakan tugas kemanusiaan ini, kata dia. Dengan bencana ini, mari memahami arti kehidupan dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk membagikan cinta kasih antar sesama.

Sebab nilai kehidupan manusia terletak pada bagaimana manfaatnya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Jika setiap orang dapat bersatu hati antar sesama, maka kehidupan pun akan harmonis dan dipenuhi sukacita bersama, tukasnya. (RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *