Menangkal Korupsi di Perguruan Tinggi, Menristekdikti Luncurkan Aplikasi

Menristekdikti RI, Prof. Muhamad Nasir, Ph.D, Ak, saat me-lounching aplikasi Cegah Pungutan Liar, Kamis
Menristekdikti RI, Prof. Muhamad Nasir, Ph.D, Ak, saat me-lounching aplikasi Cegah Pungutan Liar, Kamis

RadarGorontalo.com – Terkuaknya kasus dugaan korupsi pada pemilihan Rektor di beberapa Universitas di Indonesia, membuat Menristekdikti RI, Prof Muhamad Nasir, Ph.D, Ak, menggandeng Pusat Studi Kebijakan dan Anti Korupsi (Pukat) Universitas Negeri Gorontalo untuk mengembangkan aplikasi Cegah Pungutan Liar (Pungli, red).

Menteri menegaskan tidak akan main-main dengan pungli di lingkungan kementriannya termasuk perguruan tinggi. Menteri menyatakan bahwa sesuai dengan arahan dan penegasan Presiden Jokowi, semua unsur, tidak terkecuali Kemenristekdikti, untuk segera membasmi pungli yang kini menggejala di seluruh elemen.

Pukat UNG sendiri mengembangkan Aplikasi Cegah Pungli sebagai komitmen terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan perguruan tinggi, utamanya di Gorontalo. Pungli menurut Direktur Pukat UNG, Funco Tanipu, biasanya mulai dari hal-hal kecil hingga paling besar. Di Universitas sangat banyak pungli, yang semuanya diluar aturan.

Sementara itu, menurut developer aplikasi tersebut, Arbyn Dungga dan Salahudin Olii, adalah aplikasi berbasis android dan web. Aplikasi Cegah Pungli kini bisa didownload di Play Store. Aplikasi yang dikembangkan praktisi IT dan dosen UNG ini bekerjasama dengan Gorontalo Informatika. “Bisa di cek di di cek di cegahpungli.ung.ac.id dan cegahpungli.gorontalo.web.id. Bisa pula download di playstore,” ungkap Salahudin Olii.

Pada aplikasi ini, masyarakat atau mahasiswa dapat melaporkan dugaan dan praktek pungli yang terjadi di sekitarnya, sehingga nanti Pukat UNG yang akan menindaklanjuti berdasarkan fakta dan bukti yang disertakan dalam pelaporan.

Kedepan, Pukat UNG akan menggandeng pihak Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan Ombudsman dalam pencegahan serta pemberantasan korupsi termasuk pungli di Gorontalo dan Sulawesi. “Peluncuran Aplikasi Cegah Pungli ini bertepatan dengan Hari Pahlawan dengan maksud bahwa setting dan desain kepahlawanan era kekinian mesti sesuai konteks. Hari ini tingkat  korupsi di Indonesia sangat tinggi, tindakan aktif masyarakat dalam semangat kepahlawanan bisa dalam mencegah dan membasi itu. Sehingga kepahlawanan saat ini adalah kepahlawanan yang kontekstual, yakni mencegah dan membasi korupsi,” kata Direktur Pukat UNG, Funco Tanipu.(rg-40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.