Medsosmu Harimaumu, Seorang Ibu Dipolisikan Karena Status FB

RadarGorontalo.com – Sudah benar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa soal media sosial. Ini untuk membatasi para penggunanya, agar tidak sembarangan membuat status, apalagi yang berbau provokatif, penghinaan hingga sara. Sebagai contoh, MM seorang ibu rumah tangga di Marisa, yang belum lama ini status facebooknya menjadi viral karena dianggap telah menghina agama. Alhasil, ibu satu anak itupun harus berurusan dengan polisi, Jumat (9/6) karena diadukan sejumlah tokoh masyarakat.

Setelah sempat memancing kemarahan, untung saja celotehan MM yang berbau SARA itu langsung ditindak-lanjuti dengan silaturahim sejumlah pemuka agama Islam ke rumahnya. Setelah diingatkan, ibu paruh baya ini langsung dibawa ke Kantor Camat Marisa untuk dimintai keterangan, sebelum bertolak ke Mapolres Pohuwato untuk diambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sesuai penelusuran di lini masa, ibu muda ini sering menulis celoteh berbau kontroversial, baik masalah pribadi, masalah sosial hingga masalah politik yang menjadi tren topik nasioanl hingga internasional.

Salah satu pelapor yang tersinggung, Harri Gunarso kepada Radar Gorontalo mengaku kaget suasana madani di Kabupaten Pohuwato terusik oleh salah satu warga yang menghina dan mencaci ritual pengajian setelah Sholat di Bulan Ramadhan. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan, karena dia membeberkan ujaran kebenciannya di media sosial. Dan sesuai dengan UU ITE, ini harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. “Apalagi yang tersinggung bukan hanya umat Islam di ekitar rumahnya, namun seluruh umat Islam di Indonesia,” terangnya.

Salah satu tokoh pemuda, Ikbal Mbuinga berharap tidak ada lagi kejadian “hate spechless” seperti yang terjadi. Penyerahan ke kasus ke penegak hukum ini, bertujuan agar tidak ada lagi oknum yang berpotensi memacah NKRI di lingkungan kehidupan madani ini. “Kami sudah memaafkan, dan semoga tidak terjadi kasus seperti lagi, selebihnya diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan UU yang berlaku,” ujar Ikbal. (RG-55)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *