Masjid Raya Adalah Jati Diri

RadarGorontalo.com – Bukan soal megah atau tidaknya, tapi bangunan masjid Raya Gorontalo nanti, akan mencerminkan jati diri ummat Islam di Gorontalo. Desainnya pun, harus benar-benar menjadi sebuah karya seni bercita rasa tinggi. Konon, Dani Pomanto seorang arsitek ternama berdarah Gorontalo yang kini jadi Walikota Makassar, merasa tertantang untuk mewujudkan keinginan itu.

Bicara soal lokasi, bangunannya harus berada di diatas lahan yang luas. Karena Masjid Raya itu tak sekedar hanya untuk aktifitas Sholat saja, tapi juga akan menjadi pusat kegiatan ummat Islam. Sehingga kawasan itu, akan benar-benar hidup. Ada dua pilihan, kalau dibangun di Kota Gorontalo, maka sebaiknya mengambil lokasi di tepi laut, yang jaraknya tak terlalu jauh dari pusat kota. Sedangkan, kalau di Kabupaten Gorontalo, pesisir Danau Limboto sepertinya adalah lokasi yang tepat.

Masjid Raya harus menarik perhatian. “pak Dani Pomanto sangat siap membantu. Bahkan beliau akan menjadikan desain Masjid Raya sebagai maha karyanya,” kata dr. Ruslie Monoarfa. Dari pertemuan yang dihadiri Hamdi Mayang, dr. Ruslie, Hi Lala, dan Moh Sirham . Disepakati beberapa program pencarian dana, langkah awal nanti malam sejumlah tokoh Gorontalo akan turun ke jalan untuk membawa kotak sumbangan pada acara Zikir yang akan berlangsung pada malam perpisahan tahun, selain itu juga dibahas Bank tempat penyimpanan dana tersebut, dimana akan menggunakan semua Bank yang ada di Gorontalo.

Dan semua hasil sumbangan akan dilaporkan lewat Radar Gorontalo dan Gorontalo Post Masjid Raya adalah gengsi rakyat Gorontalo, makanya Masjid ini harus spektakuler. Jadi bukan sekadar membangun Masid Raya , tetapi membangun citra rakyat Gorontalo. (rg-51)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *