Masih Banyak Makanan dan Obat Kadaluarsa, BPOM Diminta Turun Lapangan

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) rajin turun lapangan terkait dengan peredaran obat dan makanan. Hal itu dipandang perlu untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, terlebih bulan Ramadhan tinggal dua bulan lagi. “Sekarang banyak isu-isu yang beredar terkait dengan kehalalan produk makanan, obat dan kosmetik. Belum lagi makanan kadaluarsa yang bebas dijual di pusat berbelanjaan. Ini yang harus menjadi perhatian BPOM,” kata Rusli Habibie saat menerima Kepala BPOM Gorontalo yang baru Yudi Noviyandi dan jajaran, Jumat (9/3). Rusli juga berharap agar BPOM intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan produk larang edar dan pengusaha nakal yang meresahkan.

Sementara itu Yudi mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana menggandeng Pemerintah Provinsi Gorontalo Untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan di daerah. Ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ingin diajak kerjasama yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag). “Makanya hari ini kami datang bersilaturahmi dengan bapak Gubernur memohon dukungan dari beliau. Alhamdulillah respon beliau sangat baik terkait dengan kerjasama ini,” terang Yudi usai bertemu Gubernur.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa saat ini BPOM siap untuk melakukan uji kehalalan suatu produk makanan dan obat-obatan jika sewaktu waktu dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat. Alat uji laboratorium untuk menguji fragmen DNA Gen Spesifik Babi sudah tersedia di BPOM. “Kemudian juga tahun ini kami akan melakukan pendampingan terhadap UMKM. Pendampingan ini diharapkan bisa membantu UMKM untuk melakukan uji mutu dari produk produk mereka untuk proses perizinan,” pungkasnya. (RG-25/*)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *