Sen. Mei 20th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Marten, Teladan Berpolitik Tanpa Balutan Dendam

1 min read
Marten Taha

RadarGorontalo.com – Ketika Marten Taha naik tahta sebagai Walikota 5 tahun silam, semua pejabat Pemkot menjadi pesakitan. Mereka kehilangan semangat karena tahu pasti akan dieksekusi.

Seperti diketahui Pilwako 2014 sangat panas. Para pejabat tentu pro petahana, apalagi sang petahana sangatlah perkasa. Tetapi nasib bicara lain.

Marten dengan mulus menapaki singgasana. Semua orang yakin para pejabat di kabinet Adhan pasti tersapu bersih. Ini hukum alam dalam politik. Tetapi Marten tampil dengan sesuatu yang baru dan sangat berbeda.

Tak ada satu pejabat pun yang tersakiti, banyak orang penasaran dan kecewa, karena Marten tak kunjung melakukan balas dendam. Para pejabat malah mendapatkan kehidupan baru, tahun pertama Marten melakukan dua program.

Pertama menata pemerintahannya dan merapikan pengelolaan keuangan.

Pemkot yang tak pernah meraih WTP bahkan pernah disclaimer, akhirnya bisa membalik sejarah, WTP pertama diraih pada tahun 2014 atau tahun pertama pemerintahan Marten Taha dan sampai sekarang sudah 4 kali berturut-turut menerima WTP.

Pada Pilwako ke dua, Marten tak punya instruksi apa-apa kepada para pejabatnya, dia membebaskan para ASN untuk tidak ikut-ikutan dalam pertarungan.

Tetapi karena mereka suka kepemimpinan Marten, maka dengan tulus tanpa pamrih mereka melakukan gerakan bawah tanah memenangkan Marten.  “Usai Pilkada hanya ada dua yang dilakukan Kepala Daerah terpilih, balas budi atau balas dendam.

Alhamdulillah saya tak melakukan keduanya,” kilahnya. Tinggal beberapa bulan lagi Marten akan menyelesaikan masa jabatannya yang pertama. Lalu apa kesan para pejabat selama 5 tahun bersama Marten Taha. Kami akan menyajikannya satu persatu. (RG)

Share

Tinggalkan Balasan