Marten Bisa ‘Naik’ PDIP di Pilwako

Marten A Taha ketika mendaftarkan diri ke Kantor Sekretariat DPC PDIP Kota Gorontalo. foto abink RG

RadarGorontalo.com – Ketua DPC PDIP Kota Gorontalo, Ariston Telameo memastikan kalau partainya akan sangat terbuka dalam memberikan dukungan pada para Cawali maupun Cawawali yang ingin maju bersama PDIP.

Diakuinya, PDIP memang sangat memprioritaskan kader tetapi kalau ada orng luar yang bisa menerima syarat dai PDIP, maka bukan tidak mungkin PDIP akan mencalonkannya. ” Faktor kemungkinan dalam politik kerap terjadi bung, ” katanya.

Makanya seorang Marten bisa saja maju dari PDIP, apalagi PDIP sudah membuka pendaftaran. “pak Marten sudah mendaftar di PDIP, dan dia punya kesempatan maju bersama PDIP. Satu hal lagi PDIP tidak pernah meminta banyak, ” timpalnya lagi.

Ungkapan Ariston itu, bisa saja terjadi jika melihat sinyal positif yang ditunjukkan Marten Taha kala memberikan sambutan usai penyerahan berkas pendaftaran di Kantor Sekretariat DPC PDIP Kota Gorontalo, Rabu (17/05).

Dalam sambutannya, Marten mengungkapkan Golkar membuka pintu selebar-lebarnya, jika PDIP Kota Gorontalo ingin berkoalisi. Apalagi selama ini, di parlemen antara fraksi PDIP maupun FPG, terjalin komunikasi yang begitu baik, begitu juga di DPRD provinsi. “Dalam pilkada kali ini semua partai politik termasuk Golkar tidak bisa mengusung calon, tanpa koalisi.

Karena tidak memenuhi syarat yang ditetapkan. Saya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo, siap membuka pintu jika DPC PDIP Kota Gorontalo ingin berkoalisi dengan Golkar,” ujar Marten.

Hanya saja, soal penentuan pasangan, Marten mengaku tidak bisa mengambil sikap secara sepihak. Jika PDIP mengajukan kader sendiri, maka harus melewati proses di Golkar. “Siapa yang harusnya menjadi pendaping calon dari partai Golkar.

Untuk melihat itu kami mempunyai mekanisme, pertama harus mengacu pada hasil survey yang dilakukan secara independent. Dan bisa dilakukan oleh DPP Partai Golkar. Kemudian, tentunya pasangan yang diusung, harus diterima oleh semua pengusung apabila terjadi koalisi antara Golkar dengan partai lain.

Selain itu, saya sebagai calon walikota, hanya memiliki hak 30 persen untuk menentukan siapa calon wakil saya nanti,” terang Marten.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *