Malam Tahun Baru, Tarif PSK Gorontalo Naik 20 Persen

ilustrasi (Anwar/RG)

GORONTALO UNDERCOVER

RadarGorontalo.com  – Malam pisah tahun, walaupun sebagian warga Gorontalo memilih merayakannya dengan hal-hal positif, seperti acara keagamaan, namun tidak sedikit juga memilih merayakannya dengan cara hura-hura. Mereka yang berduit dan akrab dengan dunia malam, mengkhiri malamnya di hotel atau penginapan bersama pasangan bukan suami istri, yang kebanyakan PSK. Padatnya jadwal, membuat para SK mematok tarif tinggi. (baca laporan khusus : Gorontalo Undercover, Rabu 4 Januari).

Dari penelusuran radar Gorontalo, berdasarkan pengakuan dari beberapa PSK, malam pergantian tahun bagi mereka, adalah moment untuk meraup keuntungan berlebih. Pasalnya, harga yang dipatok biasanya naik sampai 50 persen dari tarif normal. Tapi kenaikan begitu tinggi, disesuaikan dengan tinggi rendahnya permintaan. Bila tidak terlalu ramai, maka kenaikan hanya berkisar 10 sampai 20 persen saja. Kendati demikian, tak semua PSK yang beroperasi. sebagian juga, ada yang memilih bersama keluarga atau hura-hura bersama teman-temannya. “biasanya, 1 minggu jelang malam tahun baru, bookingan sudah ada,” ungkap salah seorang PSK yang identitasnya sengaja disembunyikan. “kalau ada yang pesan, untuk escort semalam harganya bisa lebih mahal lagi. Karena kita, tidak melayani panggilan yang lain,” timpal salah seorang rekannya sesama PSK, yang mengaku mematok tarif Rp. 800 ribu hingga Rp. 1 juta, di hari biasa untuk satu kali panggilan.

Lain lagi dengan pengakuan Mr. X (nama samaran,red). Mr. X adalah seorang pria penghubung, antara pemesan dengan PSK yang dimau, alias mucikari. Untuk wanita dibawah asuhannya, rata-rata berumur 17 belasan hingga 22 tahun. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar Gorontalo. Biasanya pelanggan yang sudah akrab, sering mempercayakan kepada Mr. X, untuk PSK. “kebanyakan mereka mau, yang berstatus ibu muda atau janda. Katanya lebih pengalaman,” ungkapnya sambil cekikikan. Transaksi bisa online atau langsung.

Sementara itu, belum ada data resmi dari pemerintah daerah, tentang jumlah wanita PSK yang beroperasi di Gorontalo. Pasalnya, dari sekian banyak jumlahnya, kebanyakan beroperasi terselubung, dan hanya orang-orang yang akrab dengan dunia malam saja yang tau. Mirisnya lagi, tak cuma kalangan wanita dewasa, tak sedikit juga PSK yang siang harinya berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa. Persoalan himpitan ekonomi, bukan lagi alasan utama. Tapi lebih karena, terjerat dengan gaya hidup yang glamour. (lengkapnya, baca Gorontalo Undercover). (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.