Malam Minggu Diputusin, Pudin Aniaya Mantan

Pemeriksaan terhadap MMS, pelaku penganiayaan berat terhadap Zohra Ismail

RadarGorontalo.com – Tidak terima diputuskan MMS alias Pudin, nekat melakukan penganiayaan terhadap Zohra Ismail (19) warga Heledulaa Selatan. Wajah sang mantan kekasih, disikut dan dipukuli di atas motor, hingga mengeluarkan darah. Bukan dibawa ke rumah sakit, korban justru ditahan semalam di rumah rekan pelaku.

Ceritanya, seminggu sebelum penganiayaan, korban memutuskan hubungan asmaranya dengan MMS pada Sabtu, (27/1) pukul 21.24 Wita. Malam itu, pelaku lewat di Kelurahan Tomulobuta’o, saat itu pelaku melihat korban bercerita dengan seorang pria di sebuah acara resepsi pernikahan.

Kemudian pelaku menghampiri korban, dan berkata ini alasan kamu memutuskan saya, karena sudah ada pacar lain. Setelah mengatan itu, pelaku pun langsung pulang. Namun merasa tidak senang, pelaku kembali lagi ke lokasi acara tersebut. Pudin yang sudah dalam keadaan emosi, meminta Zohra, untuk naik motor bersamanya.

Dalam perjalanan, tiba-tiba di Kelurahan Molosipat W, Pudin menghentikan motornya dan langsung melayangkan siku kanan ke wajah Zohra. Tidak berhenti disitu saja, pelaku kembali melayangkan pukulan dengan tanga terkepal ke wajah korban. Hingga akhirnya, korban mengalami luka memar di bagian wajah dan mengeluarkan darah di bagian hidung. Melihat kondisi korban dalam keadaan terluka, ironisnya korban tidak dibawa untuk berobat, malah di bawa ke rumah salah satu rekannya di Telaga, dan ditahan semalaman.

Keesokan harinya Minggu (28/1), korban menceritakan kejadian itu pada orang tuanya, dan akhirnya kedua orang tua korban datang melaporkan kasus penganiayaan itu di Mapolres Gorontalo Kota. Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP. Handy Senonugroho, melalui Kanit Tipiter AIPDA Nahrawi Kelo, menjelaskan perkara ini sementara di tangani Unit Tipiter Polres Gorontalo Kota. “Pelaku sudah diamankan, di jemput Jalan Palma Kelurahan Liluwo,” ketusnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman 2 tahun 8 bulan, dan saat ini pelaku mendekam di dalam sel tahanan Polres Gorontalo Kota. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *