Mahasiswa Unisan Tampil di Anti Corruption Youth Camp 2016

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unisan Jupri, SH, MH saat berpose bersama Shelly, mahasiswa FH Unisan yang terpilih mewakili Gorontalo pada Anti Corruption Youth Camp 2016 di Pulau Sabang, Aceh.
Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unisan Jupri, SH, MH saat berpose bersama Shelly, mahasiswa FH Unisan yang terpilih mewakili Gorontalo pada Anti Corruption Youth Camp 2016 di Pulau Sabang, Aceh.

RadarGorontalo.com – Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo patut berbangga. Pasalnya, salah seorang mahasiswanya, Shelly asal Fakultas Hukum mampu tampil di forum Anti Corruption Youth Camp 2016 yang dilangsungkan di Pulau Sabang, Aceh, belum lama ini.

Dalam acara yang disponsori Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini Shelly dan para peserta lainnya yang berasal dari beberapa daerah se Indonesia digodok untuk berkontribusui dalam kegiatan anti korupsi di tanah air, minimal mampu mempengaruhi dirinya sendiri dan harapan tentunya mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

Para peserta yang tampil di acara tersebut notabenenya telah diseleksi untuk kemudian mewakili daerah tempat berasal. Wakil Dekan III Jupri,SH.MH ditemui di ruang Dekanat Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo menegaskan bahwa pihaknya bangga dengan prestasi yang ditunjukkan Shelly yang berhasil menjadi yang terpilih mewakili provinsi Gorontalo dalam kegiatan nasional yang dilaksanakan KPK. “Alhamdulillah kami dari pihak Unisan berbangga karena mahasiswi kami diberi kesempatan dan terpilih untuk mewakili provinsi Gorontalo dalam kegiatan nasional oleh Komisi Pemberantasan Korupsi,” tutur Jupri.

Soal aktifitas Shelly selama pelaksanaan kegiatan, Jupri mengatakan pihaknya telah mengkomunikasikan dengan panitia agar Shelly wajib mengimplementasikan dalam bentuk kegiatan anti korupsi di provinsi Gorontalo. “Jadi harus dikawal sembari melihat kinerja Shelly turun langsung ke lapangan melakukan kegiatan penanaman nilai-nilai anti korupsi,” tukasnya.

Kegiatan perkemahan ini dilaksanakan guna menyambut Hari Anti Korupsi Internasional tanggal 9 Desember 2016. Serta disupport pula diantaranya dari Indonesia Corruption Watch, Sekolah Anti Korupsi Aceh, MaTA Aceh, dan Gerak Aceh. (RG-56)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *