Mahasiswa KKNK Ciptakan Briket Tokoja, Bahan Bakar Alternatif Pengganti Elpiji

MAHASISWA KKN Kebangsaan 2017 di Desa Pancuran, Suwawa Selatan menciptakan briket dari tongkol jagung (Tokoja) sebagai bahan bakar alternatif

RadarGorontalo.com – Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi yang cukup besar dibidang pertanian, khususnya tanaman jagung. Selain karena dapat tumbuh diseluruh wilayah Gorontalo, baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Jagung juga menjadi makan pokok penduduk Gorontalo. Jagung merupakan tanaman penting setelah padi. Banyak manfaat yang didapatkan dari tanaman jagung. Salah satunya tongkol jagung.

Terkait dengan tongkol jagung ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKNK) 2017 yang ditempatkan di Desa Pancuran Kecamatan Suwawa Selatan menemukan suatu masalah pada pemanfaatan tongkol jagung. Banyak masyarakat yang tidak memperhatikan limbah tongkol jagung ini. “kami dari mahasiswa KKNK berinisiatif menjadikan limbah tongkol jagung ini lebih bermanfaat dengan cara membuat briket bio arang sebagai bahan bakar alternatif. Produk briket ini kami namakan Briket Tokoja (Tongkol Jagung).” ujar Sofyan salah satu mahasiswa KKNK 2017.

Menurutnya, penggunaan briket bio arang Tokoja ini kalau dilihat dari sisi ekonomi dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji. Sedangkan dari segi lingkungan, pembuatan briket dengan bahan dasar tongkol jagung merupakan usaha mengurangi limbah jagung. Sementara jika dikembangkan lagi, maka keuntungan lainnya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pembuatan briket dalam skala besar untuk kemudian dipasarkan. Briket tokoja ini memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. “jika digunakan untuk memasak, briket dapat bertahan selama 6 jam.” paparnya.

Olehnya, melalui kegiatan KKNK Bone Bolango 2017 tersebut, pihaknya berusaha memberikan pemahaman kepada masayarakat tentang pemanfaatan limbah jagung. Pada kesempatan itu, mahasiswa KKNK juga langsung mengajak masyarakat membuat briket tongkol jagung dengan disaksikan langsung oleh aparat Desa Pancuran. “kami berharap upaya kecil yang kami lakukan selama kegiatan KKNK 2017 dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat Desa Pancuran sadar dan peduli terhadap lingkungan serta kedepannya Desa Pancuran menjadi sentral industri pembuatan briket di Gorontalo.” harapnya.

Sementara itu, jumlah mahasiswa KKNK 2017 yang ditempatkan di Desa Pancuran berjumlah 7 orang yakni Sri Rahayu Karim dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Hamdani dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan, Frilly. K.S. Kundjae dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Selanjutnya, Hening Astuti dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Ricky Ramly Suek dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang, Ervina A. Yusuf dari Fakultas Matematika dan IPA UNG, dan Sofyan dari Fakultas Sastra dan Budaya UNG. (RG-46)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *