Lembaga Adat Tepis Tudingan Pelecehan, Rakyat Bela Darwis

Bupati Darem bersama rakyat Boalemo saat melakukan aksi damai di alun-alun kota Tilamuta, Selasa (19/9) kemarin

RadarGorontalo.com – Sepertinya rakyat Boalemo, tak ingin bupatinya saat ini dilengserkan sebelum waktunya. Apalagi dengan alasan yang belum jelas kebenarannya. Selasa (18/9) kemarin, ribuan masyarakat turun ke jalan, membela sang bupati dan menolak pansus angket.  “Kalau pak Haji Darwis Moridu salah, saat ini juga kami nyatakan beliau harus mundur.

Tapi apa yang dituduhkan oleh mereka semuanya tidak terbukti. Oleh karena itu kami masa aksi rakyat bersatu siap membela Bupati Darwis sampai masa jabatannya berakhir,” ungkap salah seorang orator Dedi Hamzah. Sembari menambahkan, aksi oleh senior-senior sebelumnya sangat bagus menjadi masukan bagi pemerintahan DAMAI menuju pemerintahan yang lebih dalam mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Boalemo. Dalam aksinya itu, massa juga memberikan kesempatan kepada Bupati Darwis Moridu menyampaikan klarifikasi terhadap tudingan-tudingan yang disampaikan pada aksi 149 sebelumnya.

Dihadapan massa aksi, Darwis membeber 14 program unggulan pemerintahannya, yang satu per satu mulai direalisasikan. Sebut saja, sim gratis, makanan tambahan untuk 1 orang keluarga pasien, Ambulance Gratis, kursus bahasa inggris dan bahasa arab saat ini sudah di kirim 14 pemuda untuk dilatih di kampung Ingggris Pare Kediri, menaikan insentif tenaga honor, imam tokoh agama, dan TKOD ASN 50 persen. ” Intimya, 14 program DAMAI yang suarakan dalam kampanye kemarin,

Alahmdulillah sudah terealisasi dan dirasakan oleh rakyat Boalemo,” ungkap Bupati Darwis. Meskipun APBD Boalemo fokus untuk 14 program, pemerintahan DAMAI tetap mencari solusi bagaimana program pembangunan tetap jalan. Di tahun 2018, Pemerintahan DAMAI mampu menaikkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mengalami kenaikan sebanyak 91 Milyar. Angka tersebut boleh dibilang cukup besa jika dibandingkan tahun 2017, total DAK kurang lebih 27 Milyar.

Kemudian Bupati luruskan soal mutasi, bahwa mutasi di Pemda Boalemo semuanya dilaksanakan sesuai dengan prosedur. ” Saya dan pak Anas memimpin Boalemo, tujuannya hanya satu, bagaimana uang rakyat kembali kepada rakyat” pungkasnya. Hal senada diungkap Wakil Bupati Anas Jusuf. Menurutnya, 14 program Damai hampir 100 persen terlaksana 1 tahun lebih menjabat. ” Sampai hari ini saya bupati tidak ada persoalan. Saya bahwa akui di awal pemerintahan ada.

Tapi semuanya sudah tuntas. Pelu diingat bahwa tujuan bupati mulia mmbangun daerah ini. Hanya saja ada satu atau dua oknum yang berupaya memisahkan kami berdua. Dihadapan ribuan warga Boalemo saya tegaskan bahwa niat saya tulus membantu pak Haji Darwis sebagai Wakil Bupati,” ungkap Anas sembari menambahkan, soal pendelegasian pelimpahan wewenanga Jabatan berjalan dengan baik.

Klarifikasi Lembaga Adat

Sementara itu Hisyam Tambiyo selaku Ketua Adat Boalemo mengklarifikasi isu soal dugaan pelecehan lembaga Adat. Hisyam menceritakan duduk persoalan sebenarnya, dimana jelang lebaran idul adha belum lama ini, beberapa tokoh adat di Boalemo memasang janur kuning di rujab Bupati.

Tidak lama kemudian ada info bahwa salahsatu anggota DPD-RI asal Gorontalo AD Khaly sholat Idul Adha di Boalemo. Menerima laporan tersebut, Ketua Adat Boalemo menginsiatif bahwa informasi ini segera dilaporkan kepada Bupati Boalemo dan beberapa tokoh adat hanya menggunakan kemeja dan kaos biasa menghadap Bupati Boalemo.

Ketika mereka sudah di dalam, Bupati saat itu sedang marah-marah kepada ajudannya. Satpol pun datang meminta kepada tokoh adat keluar dulu sebentar. ” Tidak benar Bupati Boalemo hina pemangku adat, kalau bupati menghina, maka saya tidak bela pak bupati. Dan informasi ini benar, makamya saya sampaikan kepada publik,” kata Hisyam sembari mengajak kepada semua masyarakat bersatu membangun boalemo. (rg-45)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *