Lelang Aset, Seperti Beli Kucing Dalam karung

Para peserta lelang hadir dalam pertemuan dikantor DPPKAD Bone Bolango pada Senin, (19/9)
Para peserta lelang hadir dalam pertemuan dikantor DPPKAD Bone Bolango pada Senin, (19/9)

Lelang Aset di Bonbol 

RadarGorontalo.com – Senin (19/9), DPPKAD Bone Bolango menggelar lelang aset daerah, dengan perantara pejabat Lelang Kelas 1 pada KPKNL Gorontalo. Sayang, banyak peserta lelang yang dibuat kecewa. Pasalnya, tak satupun kendaraan bermotor yang akan dilelang itu, dipajang di lokasi. Hal ini diibarakatkan seperti ‘membeli kucing dalam karung’. Kondisi itupun langsung menuai kritik dari peserta lelang.

“bisa saja ini lelang ilegal. karena panitia tidak bisa menunjukan fisik kendaraan, yang ada hanya fotonya saja,” ujar Nasarudin Gani salah seorang peserta lelang yang mengaku kecewa. Hal senada juga diungkapkan, Eka Prasetya warga Kota Gorontalo. Eka justru ngotot minta penjelasan panitia tentang prosedur lelang. Karena setahu dirinya, lelang barang khususnya kendaraan bermotor, seperti di Pohuwato dan Boalemo, fisiknya dipajang langsung di lokasi lelang. “Jadi kita melihat lelang kendaraan bermotor ini seperti sama halnya menjual kucing dalam karung,” ungkapnya.

Adapun Jefri yang juga merupakan salah satu peserta lelang mengatakan mengenai aturan barang dijual itu harus dilihat dalam pajangan. Ketika ada salah satu peserta yang menang dan mobilnya tidak dikasih pemilik itu yang akan menjadi masalah bagi kami. Sehingganya kami anggap lelang ini tidak sesuai seperti yang diterapkan daerah lain. “Kami menganggap lelang ini seperti menjual kucing dalam karung. Meskipun sudah jadi bangkai harus dipajang agar kami bisa tahu barangnya apa bisa digunakan atau tidak,” tegasnya.

Ditempat terpisah,  Sekretaris DPPKAD Bone Bolango Jusni Bolilio sebagai penanggungjawab lelang tersebut ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa lelang ini sudah sesuai prosedur yang kami terapkan. Lagi-lagi kami sampaikan tidak memaksa bagi peserta lelang yang mau ikut atau tidak. Kami sudah jelaskan ke masing-masing peserta bahwa barang lelang masih sama pemiliknya karena tidak bisa diangkut dan sebagiannya ada dibengkel. Kalau untuk daerah lain melaksanakan lelang mobilnya bisa dihidupkan, kalau kita tidak seperti itu karena kondisi mobil tidak bisa jalan sehingga kami tidak bisa pajang dan lelang ini juga kita umumkan dimedia publik. “Jadi lelang barang ini kami panitia tidak ada biaya untuk angkut barang lelang didepan kantor DPPKAD Bone Bolango. Jika peserta serius ikut lelang harus pergi dimasing-masing tempat yang kami sudah sampaikan,” tegasnya. Adapun barang yang kami lelang berupa kendaraan roda dua sebanyak 15 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 15 unit. (RG-54)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *