Lagi, Boalemo Diterjang Banjir

jalanan macet akibat banjir yang menerjang boalemo (foto : istimewa)

RadarGorontalo.com – Kabupaten Boalemo lagi-lagi dirundung bencana. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Boalemo sejak Senin(20/2)siang, menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos-PMD), Desa Tangga Barito Kecamatan Dulupi, khususnya wilayah KM 25 hingga 26 tergenang air dengan ketinggian sekitar 1 meter. Banjir bandang menerjang 30 rumah yang ada di wilayah itu. Air merangsek ke dalam rumah mulai dari pukul 16.00 WITA atau jam 4 sore. Hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan evakuasi yang bisa menembus lokasi tersebut. Dikarenakan oleh kendala tanah longsor yang terjad di KM 21 hingga KM 24.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos-PMD) Kabupaten Boalemo Syafruddin Lamusu yang diwawancarai RADAR Gorontalo melalui telepon seluler menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih bersiaga. Menurutnya, tim evakuasi mengalami kesulitan untuk bisa menembus KM 25 dan 26. “Untuk menuju ke lokasi kami masih terkendala dengan longsor. Bahu jalan tergerus air hingga separuh jalan amblas. Dan sebagian jalan lainnya tertimbun longsoran dari atas bukit. Gundukan tanah menghalangi jalan. Bisa saja dilewati, namun hanya dengan cara berjalan kaki. Itupun harus ekstra hati-hati, sebaba kondisi jalan licin dan berair,” ungkap Syafruddin.

Selain Desa Tangga Barito Kecamatan Dulupi, bencana banjir juga mengancam wilayah Kecamatan Wonosari. Ia menuturkan, kurang lebih sekitar pukul 21.00, air sungai Dimito terpantau naik akibat curah hujan yang tinggi. Naiknya air sungai Dimito ini juga dipengaruhi oleh kiriman air dari Desa Tangga Barito Kecamatan Dulupi. “Informasi yang kami terima sekarangi ini, sungai di Desa Bongo II semakin naik. Kami khawatir bila hujan terus turun di kawasan pegunungan, maka air ini bisa meluap dan berpotensi menerjang rumah warga yang ada di Desa Sukamaju, Bongo I hingga Diloato. Saat ini, kami meminta warga untuk tetap waspada,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh RADAR Gorontalo, proses evakuasi warga berlangsung dramatis. Ini disebabkan oleh aliran listrik yang padam di wilayah yang tergenang. (RG-59)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *