KUR Dominan Pedagang Besar

RadarGorontalo.com – Kendati ekonomi Gorontalo, pertumbuhannya didominasi sektor pertanian, namun penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor ini, hanya berkisar Rp. 15 miliar atau kurang dari per sepuluh dari total KUR untuk pedagang besar yang mencapai Rp. 160 miliar, di tahun 2016 ini.

Terungkap dalam rakorev Pemprov Gorontalo belum lama ini, total penyaluran kredit usaha rakyat tahun 2016 di bulan berjalan, nilainya yang sudah diakad, mencapai Rp. 220.036.153.800. Dari jumlah itu, jumlah debiturnya memang didominasi sektor pertanian sektor pertanian, perburuan dan kehutanan yakni sejumlah 1.112 debitur dengan nilai kredit Rp. 15.204.408.000. Angka itu jauh lebih sedikit, kalau dibandingkan dengan sektor sektor perdagangan besar dan eceran yang nilainya Rp. 160.158.315.800 dengan jumlah debitur 936.

Nah dari jumlah itu, terlihat dominan untuk sektor perdagangan besar dan eceran yang nilainya lebih dari setengah atau Rp. 160.158.315.800. Disusul oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan senilai Rp. 15.204.408.000, kemudian sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi Rp. 12.586.000.000. dan sejumlah sektor lainnya.

Kurangnya penyaluran kredit untuk sektor pertanian memang, tak bisa sepenuhnya disalahkan perbankan. Memang sosialisasi KUR ke tingkatan petani masih kurang. Banyak petani kurang paham dengan birokrasi pengajuan KUR di Bank. Disisi lain, itu memicu petani bertahan dengan pengijon. Selain masih terikat hutang piutang, para petani merasa jauh lebih mudah prosedur pinjaman ke pengijon ketimbang lewat perbankan. Walaupun konsekuensinya, penerapan bunga di pengijon, bisa dua kali lipat lebih besar ketimbang bank.

Tak cuma itu, sejak edaran mendagri yang tak membolehkan lagi usaha kecil mendapatkan bantuan permodalan dalam bentuk hibah dari APBD, banyak pengusaha kecil yang kocar kacir. Miliaran rupiah, yang siap diturunkan pemerintah pun akhirnya tertahan. Ironisnya, sampai sekarang belum ada solusi untuk itu. Padahal, selain KUR, pemerintah daerah masing-masing, bisa memnfasilitasi bantuan permodalan lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang biasanya dikeluarkan oleh perusahaan yang berinvestasi di daerah itu. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *