KPU Harus Lebih Lurus

RadarGorontalo.com – Dulu La Aba sekarang La Aba lagi. Lima tahun silam, jelang pemilihan walikota ada 3 komisioner KPU Kota Gorontalo yang dipecat DKPP, termasuk ketua KPU. Dan kala itu, hanya La Aba yang lolos, sedangkan satunya lagi Aroman Bobihoe memilih mundur. Sekarang, tragedi itu berulang jelang pemilihan walikota.

Sebenarnya pencoretan terhadap pasangan Cawali juga sudah terjadi. Bedanya, pencoretan itu hanya sesaat karena Marten Taha dan Riyan Kono memenangkan gugatan di Mahkamah Agung (MA). Tetapi tidak dengan La Aba, yang kini menjadi satu-satunya yang dipecat oleh DKPP. Maka lengkaplah sejarah pilwako Gorontalo, yang selalu diwarnai pemecatan.

Semoga saja, ini bukan kutukan. Sebab sejarah mencatat, pilwako pertama pasangan WAHYU (AW Thalib- Yani Suratinoyo dicoret. Pilwako ke dua, giliran pasangan Da’I (Adhan Dambea – Indrawanto Hasan). Kini Pilwako ke tiga, MATAHARI (Marten Taha – Riyan Kono) juga sempat dicoret, walaupun akhirnya bisa meloloskan diri.

Seharusnya, pencoretan demi pencoretan itu, menjadi pelajaran berharga bagi komisioner KPU, agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, bijak dan jujur. Sebab karma politik, datangnya cepat.

Sementara itu dalam putusannya, surat DKPP, Nomor 50/DKPP-PKE-VII/2018. Nomor 51/DKPP-PKE-VII/2018. Nomor 54/DKPP-PKE-VII/2018. Memutuskan, 1. Menolak pengaduan Pengadu I untuk seluruhnya; 2. Mengabulkan pengaduan Pengadu II, dan Pengadu III untuk sebagian; 3. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian Tetap dari Jabatan.

Ketua KPU Kota Gorontalo kepada Teradu I La Aba terhitung sejak dibacakannya. 4. menjatuhkan sanksi Peringatan kepada Teradu II Lapandri Ilahude, Teradu III H.

Salihun Ino Ischak, Teradu IV M.K. Maa, Teradu V Sukrin Saleh Taib sebagai Anggota KPU Kota Gorontalo terhitung sejak dibacakannya Putusan ini; 5. Memerintahkan KPU Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari setelah dibacakan; dan 6. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini. (rg-51)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.