Kopiah Karanji dan Karawonisasi di Paripurna HUT 16 Provinsi

Suasana rapat paripurna istimewa HUT Provinsi Gorontalo ke 16, yang diwarnai nuansa adat dan khas budaya Gorontalo.
Suasana rapat paripurna istimewa HUT Provinsi Gorontalo ke 16, yang diwarnai nuansa adat dan khas budaya Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Agenda rapat paripurna istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Gorontalo yang ke 16, diperingati dengan suasana yang begitu khas menampilkan ragam budaya dan adat Gorontalo. Mulai dari tata rias sudut-sudut ruangannya yang diwarnai hiasan dan aneka pernak-pernik khas peradatan Gorontalo, hingga bahkan sampai pada pakaian dan aksesoris yang dikenakan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fachrulloh, Ketua Deprov Paris RA Jusuf dan Wakil Ketua Deprov Hamid Kuna, beserta jajaran anggota Deprov pun, kesemuanya penuh nuansa yang meremajakan kearifan lokal, dan kekayaan budaya Gorontalo.

Bahkan, hingga dilingkup jajaran Sekertariat Deprov (Setwan) pun, berbusana yang sama. Mulai dari PLT Sekwan Mitran Tuna, hingga di lingkup staf dan jajarannya, menggunakan pakain khas sulaman karawo atau kain kerawang, yang merupakan pakaian khas Gorontalo.

Dijajaran aleg Deprov pun, untuk kaum laki-laki, nampak hampir kesemuanya seragam menggunakan songkok atau kopiah karanji (sulaman kerawang). Untuk busana kaum legislatif perempuannya pun, tidak mau kalah. Selain menggunakan pakaian bermotif kerawang, sejumlah srikandi yang notabene tergabung dalam 1 fraksi, menggunakan kerudung atau jilbab yang seragam.

Tak heran, dengan pemandangan kopiah karanji dan karawonisasi yang mewarnai paripurna HUT Provinsi ke 16 kali ini, menuai decak kagum tersendiri, dari para undangan yang melihatnya. “Wah, para aleg Deprov Gorontalo ini, benar-benar cinta akan khasanah adat dan budaya Gorontalo. Salut!” demikian, ungkap sejumlah undangan. (ay1/rg)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *