Konsumsi Tinggi Picu Inflasi, Masyarakat Diminta Tahan Nafsu

Kepala BI Gorontalo Suryono (tengah,red) usai menyerahkan santunan kepada pondok pesantren dan panti asuhan, di kegiatan buka bersama, Rabu (31/5).

RadarGorontalo.com – Tingginya konsumsi di Ramadhan kali ini, ditengarai telah memicu aksi borong bahan pokok yang dilakukan masyarakat. Alhasil, harga bahan pangan pun perlahan melejit naik. Bahkan, Bank Indonesia memprediksi, inflasi di 2017 akan melampaui inflasi tahun 2016 yang hanya berkisar 1,30 persen (yoy), jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Dalam penjelasannya disela-sela buka puasa bersama anak yatim dan pondok pesantren, Rabu (31/5), Kepala BI Perwakilan Gorontalo Suryono menjelaskan, bicara soal ekonomi, Provinsi Gorontalo termasuk daerah hebat. Lihat saja, pertumbuhan di tahun 2016 menyentuh angka 7,24 persen (yoy) atau selisih lebih tinggi 1 persen dibanding Nasional. Sedangkan laju pertumbuhan inflasi rata-rata hanya 1,3 persen (yoy).

Kendati demikian, kata Suryono tahun 2017 ini ada resiko, karena masuk bulan Ramadhan. di bulan puasa ini, dipastikan akan ada kenaikan di volatile food atau bahan pokok. Pemicunya adalah, tingginya konsumsi masyarakat yang tidak sebanding dengan pasokan hasil produksi. Bahkan, ditengarai ada kepanikan di masyarakat, takut tidak kebagian. Ini juga memicu aksi borong dalam jumlah besar, baik itu bahan makanan maupun pakaian.

Walaupun menguntungkan pedagang, tapi disisi lain ini memicu laju inflasi. “pola konsumsi harus dikendalikan. Bayangkan, jika 50 persen saja warga Gorontalo lakukan aksi borong, bulan Mei inflasi pasti naik,” ungkapnya. Suryono pun mendorong para Ulama, Dai dan penceramah di masjid-masjid bisa ikut menghimbau masyarakat untuk bisa mengendalikan pola konsumsi. Karena jika konsumsi tak terkendali, maka laju inflasi sulit dibendung. Disisi lain, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), akan memantau dan memastikan terjaganya pasokan.

Sementara itu, dalam kegiatannya kemarin, selain buka puasa bersama, BI Perwakilan Gorontalo juga menyerahkan sejumlah santunan kepada panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo. Iven ini diagendakan sebanyak 4 kali di bulan Ramadhan. (rg-34)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *