Kompleks Perlimaan Rawan, Anak Nongkrong Diserang Ninja

Korban yang terkena panah wayer
Korban yang terkena panah wayer

RadarGorontalo.com – Keberadaan CCTV dibeberapa tempat yang dianggap rawan, perlu diperhatikan pemerintah. CCTV yang sudah tidak beroprasi selama dua pekan itu, mengakibatkan Reskrim Polres Gorontalo Kota, kesulitan untuk mengungkap pelaku penembakan panah wayer, yang terjadi Minggu (13/11) dini hari di simpang lima telaga.

Kali ini korban Afrijal (19) warga Tamalate, saat itu korban bersama 5 rekannya duduk di simpang lima, tepatnya di depan bengkel. Setelah pukul 02.30 wita dini hari ada kurang lebih 8 unit motor berpakaian ninja, melintas dari arah Limboto, menuju Kota Gorontalo dan secara spontan melakukan penyerangan terhadap korban bersama rekannya.

Akibat penyerangan itu, korban bersama rekannya langsung melarikan diri dan menyebar dibeberapa tempat. Korban pun sadar, jika dirinya terkena tembakan panah wayer dibagian lengan kiri, setelah berhasil melarikan diri. Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto menjelaskan, setelah korban diketahui tertembak panah wayer, kemudian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bunda Kota Gorontalo, untuk dilakukan perawatan medis.

Dijelaskannya, penyerangan itu dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), dengan menggunakan kendaraan motor. “Saat ini korban, belum bisa di ambil keterangannya, karena masih dirawat intensif di RS. Kemungkinan besok (hari ini_red) baru bisa di BAP, sehingganya untuk saat ini belum bisa dipastikan apa motif kejadian itu,” ujarnya.

Kapolres mengaku, pihaknya kesulitan untuk mengungkap pelaku penembakan panah wayer, sebab kata Ronny, CCTV yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sudah dua pekan ini tidak berfungsi lagi. Padahal kata Ronny, pihaknya sudah mengingatkan kepada Pemerintah Kota Gorontalo, untuk segera memperbaikinya. “Keberadaan CCTV ini, bukan hanya kepentingan Kepolisian, melainkan untuk kepentingan bersama dan tentunya memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya sembari menambahkan, namun sayangnya sampai dengan terjadinya insiden itu, pemerintah belum juga memperbaiki CCTV. Belum juga dengan janji pemerintah, akan menambah CCTV dibeberapa titik yang dianggap rawan, yang sampai dengan saat ini juga belum ada realisasinya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *