Komen Ajak Jihad, PNS Boalemo Diperiksa

RU saat dimintai klarifikasi terkait komentar di Medsos.

RadarGorontalo.com – Harus ekstra hati-hati menggunakan media sosial. Salah komen bisa berurusan dengan pihak berwajib. Seperti yang dialami RU salah seorang PNS Boalemo. Hanya gara-gara komen tentang jihad di salah satu tautan di facebook, RU harus berurusan dengan polisi.

Dalam postingan tautan berita berjudul “Jumat Besok Umat Islam Berbagai Negara Turun ke Jalan, ini sebabnya” RU menimpali dengan komen yang berbunyi ” “Gak usah demo, langsung serukan Zihad biar sekalian”. Komentar tersebut, menurut polisi memancing kontroversi. Hingga akhirnya, RU pun harus dimintai klarifikasinya.

Dalam klarifikasinya di depan Reskrim Polres Boalemo, RU mengakui jika memang benar ia menulis komentar seperti itu. Namun dia, mengatakan komentar tersebut tidak ada kaitannya dengan permasalahan yang terjadi saat ini, mengenai aksi damai menolak Perpu nomor 2 tahun 2017, tentang organisasi kemasyarakatan, yang akan dilaksanakan di Jakarta ataupun terkait Zihad Amaliyah yang sering dilaksanakan oleh para teroris. Namun kata RU, komentarnya dikaitkan dengan pelarangan penggunaan Masjidil Aqsa untuk digunakan sebagai tempat sholat oleh Israel.

Sementara itu, terkait penggunaan Medsos, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail berharap, masyarakat hendaknya hati-hati dalam mensikapi suatu berita yang ada di medsos, jangan mudah menshare ataupun membroadcast berita, yang belum jelas kebenarannnya. “Jangan pula membuat status ataupun komentar yang isinya provokasi atau menghasut orang lain untuk melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Tempat terpisah Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP. Wahyu Tri Cahyono, membenarkan kejadian tersebut dan saat ini Dir Reskrimum sudah memerintahkan jajaran satreskrim Boalemo untuk mendalaminya. (rg-60)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *