Koin Untuk Masjid Raya

Komunitas Parlemen Muda dan PIAD Deprov Gorontalo, bersama unsur media di provinsi Gorontalo, sepakat menggelar pengumpulan dana swadaya masyarakat, untuk membangun Masjid Raya Provinsi Gorontalo, semalam. (foto: ayi/RG)

RadarGorontalo.com – Dukungan untuk pembangunan masjid raya di provinsi Gorontalo, sebagaimana yang telah mewacana dari kalangan aleg Deprov, sejak pertengahan tahun 2016 lalu, dan lebih ditindaklanjuti dengan dukungan dari Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fachrulloh, serta sejumlah elemen masyarakat, terus digalang oleh jajaran wakil rakyat di Parlemen Puncak Botu ini.

Buktinya, senin (26/12) malam, dalam pertemuan sederhana di sebuah rumah makan di Kota Gorontalo, 4 aleg Deprov Gorontalo, yang menamakan mereka, Barisan Parlemen Muda Puncak Botu, masing-masing Rusliyanto Monoarfa dari Fraksi PPP, Chamdi Ali Tumenggung Mayang (Fraksi Partai Demokrat), Hendra Nurdin (Fraksi PAN), dan Sunaryo Dulanimo (Fraksi PDIP), didampingi istri masing-masing yang tergabung dalam Persatuan Istri Anggota Deprov (PIAD), sepakat untuk menindaklanjuti wacana yang telah turut menuai apresiasi dari ragam pihak.

Mulai dari Bupati Nelson Pomalingo, unsur pimpinan media seperti Raden Syarif Abdullah dari RADAR Gorontalo dan Mohamad Sirham dari Gorontalo Post, hingga elemen kelompok masyarakat dan mahasiswa itu, akan ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan pengumpulan dana, yang bertajuk Gerakan Masyarakat (GEMA) Masjid Raya Provinsi Gorontalo. Yang bentuknya, akan digelar dalam kegiatan turun langsung ke lapangan, mengumpulkan dana ala kadarnya atau dalam bentuk swadaya dari masyarakat, di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo. “Kegiatan Gema Masjid Raya penggalangan dukungan sumbangan dana dari masyarakat ini, akan kita lakukan dalam bentuk pengumpulan koin, atau sumbangan ala kadarnya dari seluruh masyarakat di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo.

Semata-mata kita rintis, sebagai perwujudan, bahwa provinsi Gorontalo banyak diklaim sebagai Bumi Serambi Madinah, yang berfalsafah Adat Bersendikan Syara’ dan Syara’ Bersendikan Kitabullah. Tapi kok, masjid raya-nya belum ada, disaat provinsi Gorontalo telah berusia 16 tahun.” ujar ke empat politisi muda di Deprov ini. “Sementara, dengan berharap dana dari APBD, kemungkinan akan banyak liku dan birokrasi yang kita lalui, yang bahkan baru bisa terpenuhi anggarannya, secara bertahap dari tahun ke tahun. Namun dengan kekuatan segenap rakyat se provinsi Gorontalo, secara bergotong royong, minimal dengan mengumpulkan sumbangan atau koin Rp 1000 (seribu rupiah) di setiap hari, insya Allah Masjid Raya di provinsi Gorontalo, akan terbangun atas nama seluruh rakyat di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo, dalam waktu tidak lebih dari setahun.” sahut mereka lagi, diamini oleh yang hadir dalam pertemuan sederhana, namun penuh hikmah tersebut, tadi malam.

LAUNCHING TAHUN BARU

Olehnya, terkait prakarsa untuk merintis kegiatan pengumpulan koin untuk pembangunan masjid raya provinsi ini, dalam waktu dekat, segera ditindaklanjuti. Diantaranya, selain dukungan sumbangan langsung pengumpulan koin dari masyarakat, juga akan dirintis dengan mulai dari membuka dan memfasilitasinya di jejaring media sosial dengan hastag #KoinUntukMasjidRaya, penggalangan sumbangan dari para tokoh-tokoh nasional dan pengusaha asal provinsi Gorontalo, hingga dukungan dari pengusaha dan perusahaan-perusahaan swasta yang telah berkembang di provinsi Gorontalo. “Bahkan, untuk launching-nya atau pembukaan akan penggalangan dana atau Koin untuk Masjid Raya ini, akan kita awali di malam pergantian tahun baru 2016-2017 nanti.

Dengan turun menyebar, dan akan bekerja sama melibatkan kelompok mahasiswa dan elemen organisasi sosial di masyarakat, turut di sejumlah titik-titik keramaian pada pergantian malam tahun baru nanti.” ungkap ke empat politisi muda di Deprov ini. “Tidak itu saja, untuk tindalanjutnya, kita bahkan akan turun lapangan secara per dapil (daerah pemilihan) kita masing-masing di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo. Yang nantinya, hasil dari pengumpulan Koin untuk Masjid Raya ini, akan senantiasa kita publis, atau secara terbuka pertanggungjawabannya, melalui dukungan media massa di provinsi Gorontalo.

Berapa dana yang terkumpul pada hari itu, hingga keterangan akan penggunaan dananya, sampai pada pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo ini, telah selesai dibangun,” jelas para politisi muda di Deprov ini, diamini para pimpinan media, yang hadir semalam. Yang bersama istri masing-masing, turut melakukan sumbangan perdana, pada kotak yang khusus disediakan untuk penggalangan dana atau koin pembangunan masjid raya provinsi Gorontalo tersebut.

LOKASI DANAU LIMBOTO

Pada pertemuan sederhana itu juga, turut berkembang sejumlah usul akan lokasi akan pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo tersebut. Yang dinilai layak, bahkan telah mendapat dukungan hibah tanahnya, dari pemerintah setempat. Salah satu lokasi yang dibidik itu, adalah di sekitar kawasan Danau Limboto. Karena selain mengakomodir kearifan lokal akan keberadaan Danau Limboto, juga lokasinya dianggap strategis, berada ditengah-tengah dari 6 kabupaten/kota yang terbentang dari Timur Pinogu di kabupaten Bone Bolango, dan dari Barat Popayato di kabupaten Pohuwato. “Namun, terkait lokasi, hingga desain bangunannya untuk pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo itu, biarlah nanti secara teknis akan ditindaklanjuti lebih lanjut. Yang paling terpenting itu, dukungan dulu, dan partisipasi dari seluruh rakyat di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo, akan rasa cinta dan memiliki daerah Gorontalo, yang memegang teguh falsafah Adat Bersendikan Syara’ dan Syara Bersendikan Kitabullah, serta dipedomani akan klaim simbol daerah kita, Serambi Madinah.

Olehnya, terkait upaya untuk membangun Masjid Raya di Provinsi Gorontalo ini, mari kita rintis dan galang bersama, dengan rela dan seiklas-iklasnya, memberi sumbangan koin atau uang ala kadarnya, agar secepatnya masjid raya provinsi, telah terbangun, dan menjadi milik semua masyarakat se provinsi Gorontalo,” harap ke 4 politisi muda dari Deprov Gorontalo ini, ditutup dengan doa bersama, tadi malam. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.