Kisah Nenek Maimun yang Ditolak Keluarga, Ditolong Kades dan Kapolsek

Nenek Maimun saat dibantu oleh kapolsek Tibawa

RadarGorontalo.com – Ketika memasuki usia senja, orang tua seharusnya bisa hidup lebih tenang menimati masa tuanya. Tapi tidak bagi Maimun Rahman (68), nenek satu ini harus hidup terlunta-lunta di jalan. Mirisnya lagi, 7 orang saudara kandung yang diharapkan bisa memberikan tempat untuk berteduh, malah tak sudi menerima Maimun. Meski begitu, masih saja ada orang baik di dunia ini yang bersedia sedikit mengurangi penderitaan sang nenek.

Alfianto Hamid, Radar Gorontalo.

Penderitaan Maimun diawali saat panti jompo yang selama ini menampungnya, akhirnya memilih memulangkan Maimun. Belum tahu apa alasan pihak panti mengambil kebijakan itu. Walaupun sedih, Maimun tak putus asa. Dirinya masih punya 7 saudara kandung yang tinggal di Isimu, dan diharapkan bisa menampungnya nanti. Sayang seribu sayang, tak disangka 7 saudara kandungnya justru menolak menampung Maimun. Kesedihan nenek 68 tahun itu, tak tergambarkan.

Singkat cerita, sampailah kabar ini ke telinga Sukri Jafar Muhune yang juga Kades Isimu Raya. Merasa prihatin dengan kondisi Maimun, sang Kades pun bersedia, menampung Maimun sementara di rumahnya. Tak cuma menampung, Sukrin juga terus berusaha menghubungi keluarga Nenek Maimun. Sayang, upaya itu sia-sia saja, mereka masih tetap dengan pendiriannya.

Sebulan pun berlalu, tak ada tanda-tanda keluarga yang akan menjemput Maimun. Hingga kemudian, suatu hari Sukrin bertemu dengan Kapolsek Tibawa Iptu Harisno Pakaya. Awalnya, hanya bercerita soal pemerintahan dan keamanan, tapi belakangan Sukrin mengungkapkan kegelisahannya, perihal nasib yang menimpa Maimun. Gayung bersambut, cerita si kades disambut dengan ide positif dari kapolsek. Mereka bersepakat untuk membangunkan rumah sederhana bagi Nenek Maimun.

“Hal yang pertama saya minta kepada Kepala Desa adalah Lahan. Dan alhamdulillah lahan itu langsung diiyakan. dan berbekal tekad dan keinginan yang kuat, hanya dalam waktu dua minggu kami mampu membangun rumah yang sederhana ini, dan tentunya rumah ini pun kami lengkapi dengan kamar mandi serta perlengkapan rumah lainnya, agar orang tua renta ini bisa beraktifitas didalam rumahnya. Bahkan, Kepala Desa sudah berupaya untuk membuat surat pindah dari Kayubulan ke desa Isimu Raya agar berbagai bantuan bisa kita berikan untuk Ibu tersebut”, ujar Kapolsek Tibawa yang diketahui baru berjalan 5 bulan.

Berkat bantuan warga dan insiasi dari Kapolsek Tibawa serta Kades Isimu Raya, Nenek Maimun akhirnya bisa bernafas lega. Dirinya sudah memiliki rumah sederhana, tempat berteduh sekaligus menjalani hari-hari indah di sisa umurnya. (RG-52)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *